PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH YANG BAIK DAN BENAR

PENULISAN KARYA ILMIAH YANG BAIK DAN BENAR  - assalamuaikum.. sobat teoripendidikan yang berbahagia,, pada postingan kali ini kami akan memberikan informasi yang mungkin bermanfaat bagi sobat semua dalam pembuatan laporan penelitian karya ilmiah,, 

PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH
(LAPORAN PENELITIAN)

oleh
Mukhlish

1. Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah sebuah tulisan yang berisi suatu permasalahan yang diungkapkan dengan metode ilmiah (Soeparno, 1997:51); karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Arifin, 2003:1). Artinya, pengungkapan permasalahan dalam karya ilmiah itu harus berdasarkan fakta, bersifat objektif, tidak bersifat emosional dan personal, dan disusun secara sistematis dan logis. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia ragam baku dengan memperhatikan kaidah EYD dan Pembentukan Istilah.

2. Sikap Ilmiah

Orang yang berjiwa ilmiah adalah orang yang memiliki tujuh macam sikap ilmiah. Ketujuah macam sikap ilmiah itu adalah (1) sikap ingin tahu, (2) sikap kritis, (3) sikap terbuka, (4) sikap objektif, (5) sikap rela menghargai karya orang lain, (6) sikap berani mempertahankan kebenaran, dan (7) sikap menjangkau ke depan (Brotowidjoyo, 1985:33-34).

3. Jenis Karya Ilmiah

Berdasarkan tingkat akademisnya, karya ilmiah dapat dibedakan atas lima macam, yaitu (1) makalah, (2) laporan penelitian, (3) skripsi, (4) tesis, dan (5) disertasi.  Makalah adalah karya tulis yang memerlukan studi, baik secara langsung maupun tidak langsung; dapat berupa kajian pustaka/buku, kajian suatu masalah, atau analisis fakta hasil observasi. Laporan penelitian merupakan sebuah tulisan yang dibuat setelah seseorang melakukan  penelitian, pengamatan, wawancara, pembacaan buku, percobaan, dan lain-lain. Adapun skripsi merupakan jenis karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa strata satu (S1) untuk memperoleh gelar sarjana; tesis ditulis oleh mahasiswa strata dua (S2) untuk memperoleh gelar magister; dan disertasi ditulis oleh mahasiswa strata tiga (S3) untuk memperoleh gelar doktor. Namun, untuk keperluan diklat ini, pembicaraan selanjutnya akan difokuskan pada penulisan laporan penelitian.

4. Sistematika Laporan Penelitian

Komponen-komponen penting dalam  laporan penelitian dan muatan tiap-tiap bagian disusun dengan urutan sebagai berikut.

(1)   Bagian awal
(a)    Halaman sampul/judul
(b)   Halaman Pengesahan (Jika diperlukan)
(c)    Abstrak
(d)   Kata pengantar
(e)    Daftar isi
(f)    Daftar tabel (jika ada)
(g)   Daftar gambar (jika ada)
(2)   Bagian pokok/utama
(a) Pendahuluan (berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian)
(b)   Kajian pustaka, kerangka teoretik, dan pengajuan hipotesis (jika diperlukan)
(c) Metode penelitian
(d) Hasil penelitian, pengujian hipotesis, dan pembahasan
(c)    Penutup (berisi simpulan, dan saran)
(3)   Bagian akhir
(a) Daftar pustaka
(b)   Lampiran-lampiran (jika ada)

5. Cara Penulisan Karya Ilmiah
5.1 Topik dan Judul

Kegiatan yang pertama kali dilakukan sebelum menulis adalah menentukan topik. Hal ini berarti bahwa harus ditentukan terlebih dahulu apa yang akan dibahas dalam tulisan. Dalam memilih topik perlu dipertimbangkan beberapa hal, yaitu:
(1) topik itu ada manfaatnya dan layak dibahas,
(2) topik itu cukup menarik terutama bagi penulis,
(3) topik itu dikenal dengan baik,
(4)   bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai, dan
(5) topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.
      Contoh: “Usaha kecil dan menengah”  (terlalu luas)
                     “Pengembangan usaha kecil dan menengah” (terbatas)

Setelah diperoleh topik, dalam pelaksanaannya topik yang dipilih itu harus dinyatakan dalam suatu judul. Topik ialah pokok pembicaraan dalam keseluruahan karangan yang akan digarap, sedangkan judul adalah nama, titel, atau semacam label untuk suatu karangan. Pernyataan topik mungkin sama dengan judul, tetapi mungkin juga tidak, misalnya dalan karya sastra. Namun, dalam karya ilmiah judul harus tepat menunjukkan topiknya. Penentuan judul harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain:

(1) judul harus sesuai dengan topik atau isi karangan,
(2) judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa, bukan kalimat,
      Contoh: Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Yogyakarta ( baik)      
                    Usaha Kecil dan Menengah di Yogyakarta Perlu Dikembangkan (tidak baik) 
(3) judul diusahakan singkat,
(4) judul harus dinyatakan secara jelas.

5.2 Abstrak

Abstrak berisi intisari menyeluruh tentang isi tulisan, mulai dari judul, tujuan, metode, dan rumusan hasil/temuan. Abstrak ditulis dengan spasi tunggal. Untuk makalah, abstrak cukup satu paragraf, sedangkan untuk laporan penelitian terdiri atas tiga paragraf yang masing-masing memuat hal-hal di atas.

5.3 Kata Pengantar

Kata pengantar berisi puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang secara langsung atau tidak langsung berperan dalam kegiatan penulisan tersebut, dan permintaan kritik dari pembaca demi perbaikan.

5.4 Pendahuluan

Pendahuluan berfungsi menyadarkan pembaca akan pentingnya topik yang dibahas sehingga pembaca merasa perlu mengetahui topik itu lebih jauh dan pembahasannya. Oleh karena itu, dalam pendahuluan perlu dikemukakan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan,  dan manfaat penelitian.

5.5 Kajian Pustaka dan Kerangka Teoretik

Pengertian kajian pustaka dan kerangka teoretik itu berbeda. Kajian pustaka berisi pembahasan tentang kajian-kajian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian, sedangkan kerangka teoretik adalah seperangkat teori yang dipakai sebagai landasan penelitian. Oleh karena itu, pemecahan masalah penelitian harus berlandaskan pada teori dan kajian terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya yang terkait dengan permasalahan yang dibahas. Dari kajian itu didapatkan jawaban sementara atas permasalahan yang telah dirumuskan. Jawaban sementara tersebut biasa disebut hipotesis.

5.6 Metode Penelitian

Setelah kajian teoretik dirumuskan, langkah selanjutnya adalah merumuskan metode yang dipakai dalam penelitian. Metode penelitian tersebut meliputi apa atau siapa yang diteliti, bagaimana memilih sampel dari populasinya, data apa saja yang harus dikumpulkan dan dengan metode apa data itu dikumpulkan, teknik  analisis data yang manakah yang digunakan. 

5.7 Pembahasan

Bagian ini berisi analisis, pembahasan, dan pemaknaan data yang yang telah dikumpulkan. Kelengkapan data yang diperoleh sangat mendukung kesahihan hasil analisis. Dan, kecermatan analisis dan pemaknaan data sangat menentukan kualitas hasil kajian.

5.8 Simpulan

Simpulan merupakan hasil yang diperoleh dari pembahasan masalah sesuai dengan tujuan penelitian. Oleh karena itu, simpulan harus menjawab permasalahan dan harus sesuai dengan tujuan.

6. Teknik Penulisan Karya Ilmiah

Ketentuan-ketantuan yang harus diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah meliputi (1) penggunaan kertas, (2) teknik pengetikan, (3) penomoran, (4) penulisan sumber rujukan atau referensi, dan (5) penulisan daftar pustaka.

6.1 Penggunaan Kertas

Kertas yang dipakai adalah kertas HVS, berwarna putih, berat 80 gram, dan berukuran kuato (21.5 x 28 cm). Naskah ditulis pada satu sisi.

6.2 Teknik Pengetikan

1) Penggunaan Huruf
Naskah karya ilmiah diketik dengan huruf standar (Times New Roman 12) dan dengan pita atau tinta berwarna hitam.

2) Jarak Spasi
Jarak antarbaris adalah satu setengah spasi, kecuali abstrak, terusan nama bab, terusan nama judul tabel, terusan nama judul grafik/gambar, dan kutipan langsung yang lebih dari empat baris harus diketik dengan jarak satu spasi. Penulisan antarbaris pada setiap sumber pustaka diketik dengan jarak satu spasi, sedangkan penulisan antarsumber dalam daftar pustaka deketik dengan jarak dua spasi.

3) Batas Tepi Pengetikan
Batas tepi pengetikan adalah sebagai berikut.
(1) Tepi atas    : 4 cm
(2) Tepi bawah : 3 cm
(3) Tepi kiri     : 4 cm
(4) Tepi kanan : 3 cm

4) Penulisan Judul, Bab, dan Subbab
Penulisan judul, bab, subbab, dan anak subbab mengikuti ketentuan berikut ini.
(1)   Judul dan bab ditulis dengan huruf kapital semua, tidak diakhiri tanda baca apa pun, dan ditulis pada posisi tengah. Nomor bab ditulis dengan angka romawi.
(2)   Penulisan subjudul, subbab, dan anak subbab menggunakaan huruf kapital pada setiap awal kata kecuali kata tugas; dan dimulai dari batas tepi kiri dan tidak menggunakan garis bawah serta tidak diakhiri tanda baca apa pun.

5) Penulisan Paragraf  Baru
Penulisan paragraf baru dimulai setelah ketukan kelima dari tepi kiri atau dengan sistem lurus, tetapi harus diberi jarak spasi dua kali lipat.

6) Penulisan Nama
Penulisan nama pengarang, baik yang diacu dalam tubuh karangan maupun yang dicantumkan pada daftar pustaka mengikuti ketentuan berikut ini.
(1)   Nama pengarang yang diacu dalam tubuh tulisan hanya ditulis nama pokoknya. Misalnya, “Ahmad Sudargo”, yang ditulis hanya “Sudargo”.
(2)   Pada daftar pustaka, nama yang terdiri atas dua penggal nama atau lebih ditulis nama pokok (belakang), kemudian tanda koma dan diikuti nama depanya. Misalnya, “Ahmad Sudargo” penulisannya menjadi “Sudargo, Ahmad”.
(3)   Pengarang buku yang terdiri atas dua orang ditulis secara lengkap.
(4)   Pengarang buku yang lebih dari tiga orang ditulis nama pengarang pertama dan diikuti singkatan “dkk.”
(5)   Gelar kesarjanaan atau jabatan akademis tidak dicantumkan.

7) Penulisan Tabel dan Grafik
Penulisan tabel dan grafik mengikuti ketentuan berikut.
(1)   Penulisan tabel diupayakan jangan ganti halaman.
(2)   Nomor dan judul tabel ditempatkan simetris di atas tabel.
(3)   Nomor dan judul grafik ditempatkan simetris di bawah grafik.
(4)   Penulisan judul tabel dan grafik tidak diakhiri tanda baca apa pun.
(5)   Penulisan nomor urut tabel menggunakan angka Arab, sedangkan penulisan nomor urut grafik menggunakan angka Romawi.

6.3 Sistematika Penomoran

Sistematika penomoran mengikuti ketentuan berikut.
(1)   Penomoran bab, subbab, dan anak subbab dapat dilakukan dengan dua cara.

Cara Pertama
Sistem campuran, yakni dimulai dari angka romawi besar (untuk bab), huruf kapital (untuk subbab), angka arab (untuk anak subbab), huruf kecil (untuk anak-anak subbab), angka arab diikuti satu kurung, dan seterusnya. Contoh:
BAB III
            A.
            B.
1.
2.
a.
b.
1)
2)
a)
b)
C. dst.

Cara kedua
Sistem angka penuh, yaitu dimulai dari angka romawi besar (untuk bab), kemudian menggunakan angka arab semua, dan seterusnya.
Contoh:

BAB III
3.1
3.1.1
3.1.2
3.1.3
3.2
3.2.1
3.2.2
3.2.2.1
3.2.2.2
3.2.2.3
3.3 dst.

(2)   Penomoran halaman pada naskah utama menggunakan angka arab.
(3)   Penomoran halaman pelengkap, seperti halaman judul, halaman pengantar, dan halaman daftar isi menggunakan angka romawi kecil ( i, ii, iii, iv, v, vi, dst.) dan diletakkan pada bagian bawah tengah.
(4)   Penulisan daftar pustaka tidak diperbolehkan menggunakan nomor.
(5)   Penomoran bab, subbab dan seterusnya dalam daftar isi dituliskan di tepi sebelah kanan  sesuai dengan penulisan bab atausubbab yang bersangkutan.

6.4 Penulisan Sumber/Referensi

Penulisan sumber atau referensi bacaan yang dikutip dalam naskah karya ilmiah mengikuti ketentuan berikut.
(1)   Sumber bacaan yang ditulis di antara tanda kurung pada akhir kutipan terdiri atas nama pokok pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halaman. Tanda koma digunakan di antara nama pokok dan tahun penerbitan, sedangkan tanda titik dua di antara tahun penerbitan dan nomor halaman.

Contoh:
Surat adalah satu sarana untuk menyampaikan pernyataan atau informasi secara tertulis dari pihak yang satu kepada pihak yang lain (Bratawidjaja, 1995:5).
(2)   Apabila nama pengarang sudah disebutkan lebih dahulu, sumber yang ditulis di antara tanda kurung hanyalah tahun penerbitan dan nomor halaman yang diacu.
Contoh:
Menurut Bratawidjaya (1995:5) surat adalah satu sarana untuk menyampaikan pernyataan atau informasi secara tertulis dari pihak yang satu kepada pihak yang lain.

6.5 Penulisan Daftar Pustaka

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun daftar pustaka:
(1) daftar pustaka  tidak diberi nomor urut,
(2) daftar pustka disusun secara  alfabetis  (menurut abjad),
(3) gelar penulis tidak dicantumkan.

Daftar pustaka dapat berupa penulisan buku, penulisan artikel, dan penulisan publikasi lain.

1) Buku
Penulisan buku dalam daftar pustaka disusun mengikuti urutan: (1) nama pengarang, (2) tahun penerbitan,  (3) judul buku, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit. Di antara satuan itu dipergunakan tanda “titik”, kecuali di antara tempat penerbitan dan nama penerbit digunakan tanda “titik dua”. Judul buku dicetak miring dan setiap awal kata ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata depan.

Contoh penulisan buku dengan seorang pengarang
Keraf, Gorys. 1993. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende: Nusa Indah.

Contoh penulisan buku dengan dua atau tiga pengarang
Akhadiah, Sabarti, Maidar G. Arsjad, dan Sakura H. Ridwan. 1992. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Contoh penulisan buku lebih dari tiga orang
Alwi, Hasan dkk. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

2) Artikel
Penulisan artikel dalam daftar pustaka menggunakan urutan (1) nama pengarang, (2) tahun penerbitan, (3) judul artikel, (4) nama majalah, (5) volume atau halaman dimuatnya artikel, (6) tempat penerbitan, dan (7) nama penerbit. Judul artikel ditulis di antara tanda “petik dua”; nama majalah dicetak miring; di antara satuan digunakan tanda “titik”, kecuali di antara nama editor dan nama majalah, di antara nama majalah dan volume atau halaman digunakan tanda “koma”; di antara tempat penerbitan dan nama penerbit digunakan tanda “titik dua”.

Contoh penulisan artikel dalam majalah
Madya, Suwarsih. 1994. “Penelitian Tindakan dalam Pendidikan”. dalam Diksi, No.4, Tahun II, halaman 67-82. Yogyakarta: FPBS IKIP Yogyakarta.

3) Penerbitan Pemerintah, Lembaga-Lembaga Ilmiah, dan Organisasi Lainnya
Penulisan daftar pustaka untuk penerbitan pemerintah, Lembaga-lembaga ilmiah, dan organisasi  lainnya menggunakan urutan: (1) lembaga yang bertanggung jawab atas penulisan dokumen, (2) tahun penerbitan, (3) judul tulisan, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.
Contoh:
Depdikbud. 1975. Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

7. Ragam Bahasa Ilmiah
Bahasa Indonesia ragam ilmiah adalah bahasa Indonesia yang digunakan oleh para cendekiawan untuk mengomonikasikan ilmu pengetahuan.

Ragam bahasa ilmiah tersebut memiliki sifat-sifat berikut.
(1) Ragam bahasa ilmiah termasuk ragam bahasa baku. Oleh karena itu, penulisan karangan ilmiah mengikuti kaidah-kaidah bahasa baku, yaitu dalam ragam tulis menggunakan ejaan yang baku (EYD), menggunakan kata-kata, struktur frasa, dan kalimat yang baku atau sudah dibakukan.
(2) Dalam ragam bahasa ilmiah banyak digunakan kata-kata istilah. Kata-kata tersebut digunakan dalam arti denotatif, bukan dalam arti konotatif.
(3) Dalam ragam bahasa ilmiah digunakan kalimat yang efektif, yaitu kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis, dan dapat menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.
(4) Ragam bahasa ilmiah lebih berkomunikasi dengan pikiran daripada dengan perasaan; bersifat tenang, jelas, hemat, dan tidak emosional.
(5) Hubungan gramatik antara unsur-unsurnya, baik dalam kalimat maupun dalam paragraf, dan hubungan antara paragraf satu dan paragraf yang lain bersifat padu. Untuk menyatakan hubungan digunakan alat-alat penghubung, seperti kata-kata penunjuk, kata-kata penghubung, pengulangan kata atau frasa, penggantian, dll.
(6) Hubungan semantis antara unsur-unsurnya bersifat logis. Penggunaan kalimat yang bermakna ganda atau ambiguous harus dihindari.
(7) Penggunaan kalimat pasif lebih diutamakan karena dalam kalimat pasif peristiwa lebih dikemukakan daripada pelaku perbuatan.
(8) Konsisten dalam segala hal, misalnya dalam penggunaan istilah, singkatan, tanda-tanda, dan kata ganti diri.
 
Daftar Pustaka

Akhadiah, Sabarti., Maidar G. Arsjad, dan Sakura H. Ridwan. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Alwi, Hasan dkk. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Arifin, E. Zaenal. 2004. Dasar-Dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Grasindo.

Brotowidjoyo, Mukayat D. 1985. Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Effendi, S. 1987. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Keraf, Gorys. 1993. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende: Nusa Indah.

Parera, J.D. 1982. Menulis Tertib dan Sistematis. Jakarta: Erlangga.

Ramlan,M. dkk. 1992. Bahasa Indonesia yang Salah dan yang Benar. Yogyakarta: Andi Offset.

Soeparno, Haryadi, dan Suhardi. 1997. Bahasa Indonesia untuk Ekonomi. Yogyakarta: Ekonisia.

Sugono, Dendi. 1997. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Puspa Swara.

Kumpulah Contoh Laporan Lengkap | Cara Membuat Laporan Yang Baik dan Benar

Kumpulah Contoh Laporan Lengkap - Laporan adalah Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada antara mereka.

Laporan mempunyai peranan yang penting pada suatu organisasi karena dalam suatu organisasi dimana hubungan antara atasan dan bawahan merupakan bagian dari keberhasilan organisasi tersebut. Dengan adanya hubungan antara perseorangan dalam suatu organisasi baik yang berupa hubungan antara atasan dan bawahan, ataupun antara sesama karyawan yang terjalin baik maka akan bisa mewujudkan suatu sistem delegation of authority dan pertanggungjawaban akan terlaksana secara effektif dan efisien. Kerja sama diantara atasan bawahan bisa dilakukan, dibina melalui komunikasi baik komunikasi yang berbentuk lisan maupun tulisan (laporan). Agar laporan tersebut bisa efektif mempunyai syarat-syarat yang perlu dipenuhi demi terbentuknya laporan yang baik maka seseorang perlu mengetahui secara baik bagaimana pembuatan format laporan yang sempurna. Sehingga dengan laporan yang terformat bagus akan bisa bermanfaat baik dalam komunikasi maupun dalam mencapai tujuan organisasi.

Dasar-dasar Laporan

– Pemberi Laporan
Pemberi laporan dapat berupa perseorangan, sebuah panitia yang ditugaskan untuk maksud tertentu.
Misalnya: seorang mahasiswa ditugaskan oleh dosennya untuk meneliti suatu obyek tertentu. 

– Penerima Laporan
Laporan bukan hanya dibuat oleh seorang atau suatu badan, tetapi laporan juga ditujukan atau akan disampaikan kepada seorang atau suatu badan. Yang menerima laporan itu adalah orang atau badan yang menugaskan. 

– Tujuan Laporan
Tujuan laporan pada umumnya untuk mengatasi suatu masalah, untuk mengambil suatu keputusan yang lebih efektif, mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu maslah untuk mengadakan pengawasan dan perbaikan, untuk menemukan teknik-teknik baru, dan sebagainya. 

– Sifat Laporan
Sebuah laporan harus mengandung sifat-sifat seperti berikut:
1. Mengandung imaginasi
2. Laporan harus sempurna dan komplit
3. Laporan harus disajikan secara menarik
4. Macam-Macam Laporan

Jenis Jenis Laporan

Ada beberapa jenis Jenis laporan, diantaranya :

1. Laporan Peristiwa/ Berita

Adalah laporan yang menyajikan tentang proses atau keadaan berlangsungnya suatu peristiwa. Dapat diolah melalui unsur 5W+1H, tetapi dimuat dalam bentuk deskriptif. Contohnya surat kabar, majalah, dan sebagainya.

2. Laporan Diskusi/ Notulen

adalah laporan yang menyajikan mengenai jalannya diskusi.

Unsur-unsur yang terdapat pada laporan diskusi dapat dilihat pada contoh berikut:

3. Laporan Kegiatan


Adalah laporan mengenai kegiatan yang telah berlangsung.

Unsur-unsur dalam laporan kegiatan sebagai berikut:

4. Laporan Perjalanan


Laporan yang disusun secara naratif kronologis berisikan pengalaman daripada penulis.

5. Laporan Penelitian


Laporan yang mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan.

Sebuah laporan harus memiliki format yang baik dan benar harus mengandung beberapa sifat seperti berikut ini:

  • Mengandung imaginasi
  • Laporan harus sempurna dan lengkap
  • Laporan harus disajikan secara menarik
  • Macam-Macam Laporan

Cara Membuat Laporan

Sistematika Laporan terdiri dari beberapa bagian, diantaranya :
  • Kata Pengantar
  • Daftar Isi
  • Daftar Tabel
  • Daftar Gambar
  • Daftar Lampiran
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Penelitian/Pengamatan
(Mengapa kita mengamati peristiwa tersebut)

B. Tujuan Pengamatan
(Untuk apa kita mengamati peristiwa tersebut )

C. Kegunaan Pengamatan
(Apa manfaat atau kegunaan kita melakukan pengamatan, baik untuk kita sendiri maupun untuk orang lain)

Bab II. Isi Utama Laporan
(disini dibahas mengenai cara pengolahan (termasuk bahan-bahan untuk pembuatan manisan, alat-alat yang digunakan, berapa biaya yang diperlukan dll), hasil dari pengolahan, pemasaran, siapa yang membelinya dan lain-lain yang menurut anda berhubungan dengan pengolahan manisan rumput laut.

Bab III. Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
Yakni, ringkasan terhadap pengamatan yang telah dilakukan.

B. Saran
(ditujukan untuk pembuat manisan, dan untuk penulis laporan)
Daftar Pustaka (daftar sumber-sumber dari buku,majalah,koran dll)
Lampiran-Lampiran (catatan-catatan yang kita peroleh dari orang yang kita teliti seperti daftar harga bahan-bahan pembuat manisan, dan lain-lain yang dikeluarkan oleh pembuat manisan)

 Kumpulah Contoh Laporan Lengkap Yang Baik dan Benar


Contoh Laporan Peristiwa

Pabrik Mayora kebakaran di Jalan Daan Mogot Jakarta, 28 Februari 2016

Kebakaran melanda PT Mayora Indah di Jalan Daan Mogot KM 19, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang. Menurut keterangan salah satu karyawan, Arief, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Api berasal dari ruang spare part, langsung menyebar ke bangunan pabrik. 

“Saya tidak tahu apa penyebabnya, tiba-tiba ada asap keluar dari ruangan,” kata Arief di lokasi kejadian, Jumat (28/2).
Menurutnya, pada saat kejadian tersebut sebagian karyawan ada yang sedang beristirahat dan pergantian shift. “Saat api membesar, semua karyawan langsung dievakuasi keluar,” tambahnya.

Kapolsek Batu Ceper Kompol Krismi Widodo mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Saat ini pihaknya bersama petugas pemadam kebakaran kota masih berusaha memadamkan api. “Belum tahu kenapa, kita belum cari data. Masih padamkan api,” ujarnya.
Hingga pukul 21.30 Wib api belum bisa dipadamkan. Petugas Pemadam masih berusaha menjinakkan api yang telah membesar dan menghanguskan bangunan pabrik.

COntoh Laporan Diskusi


Rapat Osis SMAN 2 Balige

Topik                   : Pembentukan Panitia MOS Siswa/i Baru T.A. 2010/2011
Hari, Tanggal             : Sabtu, 5 Mart 2016
Waktu                      : 13.00- 15.00
Tempat                     : Aula SMAN 2 Balige
Pemimpin                  : Ketua Osis
Peserta                     :Pembina Osis
                                 Anggota Osis
Acara/ Risalah         : 1. Pembukaan
                               2. Sambutan Ketua Osis
                               3. Pembahasan
                               4. Tanya Jawab
                               5. Simpulan
                               6. Penutup
Pertanyaan               :1.Apa tugas dari siswa/i yang tidak terlibat?
                              2.Hal apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam MOS?
Hasil Rapat              : 1.
                                2.
                                3.


Pemimpin                                                                                            Notule

         (Ricky Sinurat)                                                                                    (Rani Munthe)

Contoh Laporan Kegiatan

I.                   Pendahuluan
1.  Latar Belakang
   Karena siswa-siswi Asrama Yayasan Soposurung Balige merupakan orang-orang terpilih dan memiliki bakat dibidang musik. Oleh karena itu kami seksi kesenian ingin mengadakan program “Cilaprok, Cipta Lagu Pop dan Rock” agar bakat siswa-siswaii Asrama Yayasan Soposurung dapat terapresiasi.
2. Tujuan
   Talenta Siswa-siswi Asrama Yayasan Soposurung tidak hilang begitu saja karena terkekang oleh peraturan yang ada.
II.                Isi Laporan
1.      Jenis Kegiatan
   Kegiatan ini berjeniskan lomba membuat sebuah lagu dengan tema bebas dan dinilai berdasarkan aspek diksi dan intonasi dari lagu.
2.      Waktu Dan Tempat Kegiatan
   Waktu   : 14 maret 2016
   Tempat  : Aula Asrama Yayasan Soposurung
3.      Susunan Kepanitiaan
-          Raymondo Sitanggang
-          Peter Simarmata
-          Daniel Simbolon
-          Asye Saragih
4.      Persiapan Dan Rencana Kegiatan
   Persiapan
Rapat
Menentukan hal yang akan dikerjakan
Melakukan daftar untuk peserta
Melakukan pengambilan nomor undian
Melakukan persiapan alat music dan bagian peralatan lainnya
Rencana Kegiatan
Doa pembuka
Kata sambutan dari ketua seksi Kesenian
Penampilan dari peserta
Jada dan juri berdiskusi
Pengumuman dan peberian juara
Kata sambutan kepala Asrama
Doa penutup
5.Peserta Kegiatan
Peserta kegiatan ini ialah seluruh siswa/i Asrama Yayasan Soposurung
6.      Pelaksaaan Kegiatan
·   Doa pembuka
·   Kata sambutan dari ketua seksi Kesenian
·   Penampilan dari peserta 1
·   Penampilan dari peserta 2
·   Penampilan dari peserta 3
·   Penampilan dari peserta 4
·   Penampilan dari peserta 5
·   Penampilan dari peserta 6
·   Jada dan juri berdiskusi
·   Pengumuman dan peberian juara
·   Kata sambutan kepala Asrama
·   Doa penutup
7.      Kendala dan Hambatan Kegiatan
No.
Waktu
Kendala
Solusi
1.
19.30
Waktu pelaksanaan tidak tepat
Pemanggilan agar berkumpul
2.
20.15
Suara gitar dan bass kurang kuat
Diatur oleh seksi peralatan

8.      Hasil Kegiatan
Juara I                : Esrah and The celetoy
Juara II              : Frolic
Juara III             : Fourth Band
Juara Favorit      : Hans Hutasoit
9.      Anggaran Dana
       Konsumsi         Rp.      300.000
      Hadiah             Rp.      500.000
      Dekorasi         Rp.      150.000
Jumlah             Rp.   1.000.000
10.  Kesimpulan Dan Saran
   Siswa-siswi Asrama Yayasan Soposurung lebih dapat berkembang dibidang music agar tidak hilang bakatnya. Saya harap program ini dapat terus dilanjutkan.
III.             Penutup
         Demikianlah hasil laporan program Cilaprok, kami ucapkan terima kasih atas perhatiandari peserta dan siswa-siswi dan kami mohon maaf jika ada kesalahan dalam program ini. Dan kami berharap siswa siswi lebih berkreasi lebih lagi dalam bidang music.

CONTOH LAPORAN PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Berdagang merupakan solusi yang tepat jika seseorang memiliki cukup modal atau sudah bosan dengan ruitinitas di kantor dan sudah bosan menjadi seorang pegawai. Membuka usaha perlu melakukan banyak rencana yang harus dipikirkan bukan hanya modal saja yang harus jadi awal seseorang untuk mulai berdagang tetapi juga beberapa persiapan lain seperti kreativitas dan keinovatifan didalam mengembangkan suatu usaha.

1.2 Rumusan Masalah

Alasan penulis memberi judul “Upaya Peningkatan Keberhasilan dalam Berdagang Siomay di Lingkungan Masyarkat” karena menurut penulis siomay merupakan salah satu jenis makanan yang disukai oleh masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Untuk itu penulis ingin memberikan pendapat atau saran dalam meningkatkan usaha berdagang siomay tersebut kepada para pedagang agar dapat mengembangkan usaha yang telah mereka geluti selama ini. Masalah yang sering dihadapi oleh pedagang adalah kurangnya pemahaman strategi dalam berdagang.

1.3 Tujuan Penelitian
Karena menurut penulis hal ini sangatlah penting untuk diketahui oleh para pedagang  supaya para pedagang dapat mengetahui strategi dan cara yang tepat dalam meningkatkan usaha mereka agar memperoleh keuntungan yang besar tanpa mengesampingkan mutu dan kualitas dari barang dagangan tersebut.
Oleh karena itu, penulis ingin meneliti dan mencari tahu lebih dalam lagi mengenai upaya-upaya peningkatkan keberhasilan dalam berdagang siomay dilingkungan masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN
  1. a.     Data Hasil Wawancara
Waktu                     : Rabu, 19 Maret 2016
Tempat                    : Di depan ruang Koperasi kampus Universitas Indonesia
Narasumber              : Nana (seorang pedagang siomay)

Mahasiswi               : Bang saya ada tugas kuliah ni bang, boleh minta tolong nggak          waktunya  bang  sebentar? mau nanya-nanya ni bang.
Pedagang Siomay     : oh iya boleh neng gak apa-apa, mau nanya apa neng?
Mahasiswa                  : bang awal mula ide bisa dagang siomay ini dari mana bang?
Pedagang Siomay     : ini saya awalnya dari kaka saya non 3 tahun yang lalu, kan kakak saya     udah lebih dulu jualan siomay jadi kami 3 bersaudara jadi pedagang siomay semua   neng.
Mahasiswi                : oh begitu, terus bagaimana dengan modalnya  bang?
Peadagang Siomay  :  modalnya ini semuanya sama gerobaknya jadi Rp. 3.000.000 non, terus sama    uang sewa tempat ini per bulan bayar Rp. 250.000.
Mahasiswi               : Oh besar juga yah, itu uangnya dari mana bang minjam atau bagaiman bang?
Pedagang siomay        : enggak nggak minjem non, ya uang sendiri dari hasil tabungan.
Mahasiswi                   : oh begitu, menurut abang usaha yang abang geluti ini berhasil atau enggak   Bang?
Pedagang Siomay       :  ya lumayan, berhasil lah non kalo menurut saya. Perhari kira-kira saya dapat penghasilan Rp. 450.000-500.000 tapi itu mash kotornya neng, bukan penghasilan bersihnya.
Mahasiswi                   : oh besar juga yah pndapatannya, kalo menurut abang usaha ini kedepannya     Mau diapakan bang kalau berhasil?
Pedagang siomay        : ya pengen punya anak buah neng biar bisa buka cabang yang banyak.
Mahasiswi                   : iya biar bisa buka cabang dimana-mana ya bang jadi pendapatnnya lebih besar.
Pedagang Siomay       : iya neng.
Pedagang Siomay       : Nana, panggil aja Bang Nana.
Mahasiswi                   : oh iya, saya Yulia Mahasiswi FKIP dikampus ini, terimakasih banyak ya bang Nana waktunya maaf mengganngu.
Pedagang Siomay       : iya sama-sama.nggak ga ganggu ko neng,
  
  1. b.      Tanggapan Penulis dari Hasil Wawancara di Atas :
Dari hasil percakapan pada wawancara di atas dapat dikatakan bahwa usaha berdagang siomay tersebut berhasil. Maka dalam kesempatan ini saya akan menjelaskan pendapat kami mengenai rencana pengembangan terhadap dagangan siomay tersebut kedepannya agar semakin sukses.
Berdagang merupakan bagian dari sebuah kegiatan dalam berwirausaha. Namun agar usaha yang digeluti bisa medatangkan keuntungan yang besar tidak cukup hanya dengan hanya menyumbangkan modal yang besar tetapi juga dibutuhkan kerja keras, tanggung jawab, kreativitas, dan inovasi serta dorongan berprestasi didalam mengembangkan usaha tersebut.
Berdasarkan hasil survei yang telah saya amati, usaha berdagang siomay tersebut kedepannya sebaiknya perlu ditingkatkan mutu dan kualitasnya guna mencapai keuntungan yang lebih besar lagi. Dan mengembangkannya lebih luas agar mendapatkan hasil yang lebih banyak, yaitu dengan cara membuka cabang ditempatlain.
Hal-hal yang Perlu Dilakukan Perbaikan diantaranya, adalah :
  1. Fasilitas tempat makan yang telah tersedia, saat ini fasilitas yang tersedia masih kurang memadai seperti lahan tempat berdagang yang sempit. Hal ini dapat menyebabkan pelanggan yang mulanya ingin makan menjadi mengurungkan niatnya jika melihat kursi yang tersedia tidak mencukupi pelanggan yang datang.
  2. Diperlukan penambahan sarana seperti meja makan, karena berdasarkan survei yang saya lihat hanya tersedia kursi saja tanpa meja makan.
  3. Saat ini  lahan tempat berdagang tersebut terlihat sangat sempit dan kurang memadai. Sebaiknya pedagang tersebut bisa memperluas lahannya jika masih memungkinkan namun jika tidak pedagang tersebut bisa mencari lahan baru untuk berdagang. Tentunya diperlukan tempat berdagang yang strategis. Seperti : dikantin mahasiswa atau di kawasan yang banyak karyawan berada.
  4. Mempromosikan dagangan tersebut dengan promo-promo yang menarik dan harga yang terjangkau melalui selebaran atau social media seperti facebook atau twitter. Sehingga iklan tersebut tersebar luas dan orang – orang yang membacanya menjadi tertarik untuk datang dan mencobanya.
  5. Meperbanyak kreasi dagangan yang beraneka ragam pada tempat berdagang.
  6. Jika sarana dan prasarana berdagang sudah membaik, pedagang tersebut bisa membuka cabang baru dengan menggunakan gerobak keliling kepada orang-orang yang berminat atau menitipkannya pada seseorang yang membuka usaha Rumah makan dan mengmbil hasil dagangannya kembali pada sore hari.
Namun selain melakukukan berbagai perbaikan, pedagang juga harus memiliki beberapa strategi berdagang guna menarik hati pembeli dan meningkatkan keuntungan yang lebih besar lagi.

  1. c.       Beberapa strategi berdagang yang harus dilakukan adalah:
  1. Menentukan segmen pembeli dagangan Anda
    Tujuan Anda berdagang harus Anda yakini dan pahami, jangan sampai dagangan tidak laku dikarenakan Anda tidak tahu untuk siapa dagangan Anda diperjualkan. Untuk itu terlebih dahulu Anda harus mengetahui segmentasi pembeli yang akan membeli dagangan Anda. Misalnya Anda adalah seorang mahasiswa yang memang lebih sering bergaul di kampus dan cakupan Anda bersosialisasi hanya dengan teman-teman kampus, sedangkan Anda berencana untuk menawarkan pakaian import dari luar negeri yang memang harganya tidak bisa dijangkau oleh orang yang belum bekerja. Jadi, kemungkinan dagangan Anda untuk laris sangat kecil jika Anda hanya menawarkan tas yang Anda jual kepada teman kampus Anda.
  1. Jangan membuat pembeli kapok
    Setelah mengetahui segmentasi pembeli, hal yang yang harus dilakukan agar pembeli tidak kapok dan menjadi pelanggan tetap adalah Anda harus memberikan kemudahan atau menonjolkan nilai plus dari cara Anda berdagang, misalnya dengan cara memberikan kemudahan dalam pembayaran serta harga yang terjangkau. Selain itu, mutu dan kualitas barang dagangan tersebut juga harus menjadi hal utama yang diperhatikan agar pembeli merasa senang dan puas.
  1. Jualah produk yang bermutu dan berkualitas
Didalam berdagang Anda sangat perlu memperhatikan kepuasan pelanggan. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan Anda harus menjual barang dagangan yang bermutu dan berkualaitas. Misalnya untuk seorang pedagang siomay, diperlukan menggunakan bahan-bahan yang bersih, alami dan masih segar sehingga cita rasa yang dihasilkan terasa enak dan sehat. Jangan menggunakan bahan-bahan yang sudah basi atau tidak segar lagi.dalam pembuatan siomay tersebut juga harus diperkirakan jumlah yang pas guna menghindari barang dagangan yang sisa terlalu banyak. Sehingga pedagang tidak menjual sisa barang dagangan sisa kemarin.

  1. Jadilah pedagang yang cerdas dengan memanfaatkan E-commerce
Menjadi pedagang yang modern adalah suatu nilai plus dalam memasarkan barang dagangan Anda, karena Anda bisa memanfaatkan sarana internet seperti jejaring sosial, blog gratis dan situs yang memang menyediakan tempat untuk mempromosikan dagangan. E-commerce adalah dimana Anda melakukan perdagangan yang memanfaatkan sarana internet sebagai media dalam mempromosikan, tentunya modal yang Anda keluarkan tidak besar, Anda cukup mengupload gambar produk yang menjadi barang dagang yang akan Anda jual, dengan mencantumkan nomor yang bisa dihubungi dan nomor rekening untuk mentransfer uang dari si pemesan. Meski begitu Anda tetap dituntut untuk selalu mengupdate ilmu e-commerce, sedapat mungkin Anda harus membuat barang dagangan Anda banyak terekspose oleh para calon pembeli sehingga peluang untuk laris pun semakin terbuka. Banyak metode yang bisa Anda lakukan, salah satunya melalui Facebook dan twitter yang merupakan social media yang paling sering dibuka oleh anak-anak muda seperti mahasiwa dan karyawan. Dengan menggunakan metode ini tentunya akan banyak pembeli yang merasa tertarik dan ingin mencobanya.

  1. Menjadi Pedagang yang Jujur
Seorang pedagang harus jujur dalam menjalankan usahanya. Pedagang yang berhasil mengelabui pembeli hanya akan mendapatkan uang lebih sesaat saja, setelah itu pembelinya akan menghindar dan tak akan kembali lagi untuk membeli dagangannya. Jika ada barang dagangan yang rusak jangan dijual lagi. Dagangan yang rusak juga jangan diletakkan dibawah barang yang bagus atau dicampur dengan barang yang bagus.

  1. Bersikaplah ramah dan murah senyum
Pepatah yang mengatakan bahwa “pembeli adalah raja” memang patut untuk menjadi prinsip bagi seorang pedagang. Karena tanpa adanya pembeli ia tidak bisa mendapatkan pemasukan. seorang pedagang harus selalu bersikap ramah dan murah senyum terhadap pembeli, sehingga pembeli menjadi senang dan tidak malas untuk datang kembali lagi sehingga bisa menjadi pelanggan tetap.

  1. 7.      Jangan Serakah
Seorang pedagang jangan serakah dalam mengambil keuntungan dari barang yang dijualnya secara berlebihan. Semua orang memang membutuhkan uang namun keserakahan tentu sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Pedagang hendaknya mengambil untung secara wajar dan tidak berlebihan sebagai upah jerih payahnya dalam berjualan.

BAB III
PENUTUP

a.     Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, kami menyimpulkan bahwa pedagang siomay yang kami wawancarai adalah pedagang siomay yang berhasil. Yang kedepannya akan dikembangkan lebih luas dan mendapatkan hasil yang lebih banyak dengan menggunakan stategi yang benar dan modal yang cukup.

b.     Saran

Adapun saran yang dikemukakan berdasarkan pembahasan yang ada yaitu:
  1. Melakukan beberapa perbaikan, seperti  fasilitas makan dan kebersihan.
  2. Memiliki strategi berdagang guna menarik pembeli.

 Contoh Laporan Perjalanan

CONTOH LAPORAN PERJALANAN STUDYTOUR SMP

LAPORAN PERJALANAN (smpn 02 maos)
Disusun oleh : 1. Catur Riyanto Wibowo Aji ( 07/VIII E )
2. Maryani ( 20/VIII E )
3. Nurul Ikhsan ( 23/VIII E )
4. Aditya Wahyudin ( 03/VIII E )
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA KAB. CILACAP
SMP NEGERI 2 MAOS
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENDAHULUAN


Pada tanggal 21-24 Desember 2010, SMP Negeri 2 Maos mengadakan kegiatan study tour ke Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas VIII. Latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini berdasarkan :
Progam Pemerintah bidang Wisata dan Budaya “Kenali Negerimu, Cintai Negerimu”.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.39 Tahun 2008 tentang Kegiatan Pembinaan Kesiswaan.
Hasil Rapat Guru dan Karyawan tanggal 16 Maret 2016.
Hasil Rapat Pleno Orangtua Siswa tanggal 25 maret 2016.
Progam Kerja OSIS SMP Negeri 2 Maos Tahun Pelajaran 2015/2016.
Keinginan para siswa kelas VIII untuk pergi ke Jakarta.

Sedangkan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan study tour bagi siswa kelas VIII yaitu :

Menambah dan meningkatkan pengetahuan/wawasan tentang nilai-nilai Religius, Sejarah, Tekhnologi, Ilmu Pengetahuan dan Rekreasi.
Meningkatkan apresiasi dan kreasi siswa.
Meningkatkan rasa cinta tanah air dan budaya bangsa.
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman baru yang bersifat langsung.

Membangun keakraban antar siswa dan guru.
Menyukseskan progam pemerintah “Kenali Negerimu, Cintai Negerimu”
Tempat obyek wisata yang kita kunjungi antara lain :

Islamic Center Bekasi
Masjid Istiqlal
GSA (Gelanggang Samudra Ancol)
AWA (Atlantic Water Adventure)
ITC Cempaka Mas
TMII
Museum Listrik dan Energi Baru
Lubang Buaya (Monumen Pancasila Sakti)
Cibaduyut

ISI


PERSIAPAN
Tepat pukul 17.00 WIB, seluruh siswa dan guru pendamping diwajibkan sudah berkumpul di SMP Negeri 2 Maos. Pukul 17.50, siswa yang beragama Islam melaksanakan sholat mahgrib yang dijamak dengan sholat Isya di Aula. Setelah sholat ada sedikit pengarahan dari Kepala Sekolah dan pemandu dari CV, Dewangga kemudian seluruh siswa bersiap untuk berangkat. Pukul 19.30 seluruh rombongan SMP N 2 Maos berangkat dari Cilacap menuju Penginapan di Bekasi sepanjang perjalanan bus yang kita tumpangi sesekali berhenti untuk beristirahat sejenak. Pertama rombongan sampai di Cimanggu, Ciamis, dan selanjutnya di Padalarang. Tepat pukul 04.55 rombongan sampai di penginapan Islamic Center Bekasi untuk check in, sholat, dan mandi. Pukul 06.00 WIB siswa dan guru pendamping sarapan di penginapan. Selanjutnya rombongan pergi menuju Masjid Istiqlal.

MASJID ISTIQLAL
Pukul 08.30 WIB, rombongan sampai di Masjid Istiqlal. Masjid ini merupakan masjid utama di Jakarta. Dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dan merupakan salah satu masjid terbesar dan termegah di Asia Tenggara. Masjid Istiqlal ini berada di jalan Veteran Jakarta Pusat dekat dengan Monas dan Gereja Katedral. Di sini kita melaksanakan sholat Dhuha dan melihat-lihat pemandangan dan keindahan serta kemegahan Masjid ini. Pukul 09.30 rombongan pergi meninggalkan Masjid Istiqlal untuk menuju ke AWA (Atlantic Water Adventure).

AWA (Atlantic Water Adventure)
Tepat pukul 10.30 WIB, rombongan sampai di AWA. AWA merupakan wahana yang relative baru yang merupakan pengembangan dari Gelanggang renang Ancol yang lama. Wahana yang baru ini memiliki sejumlah fasilitas baru yang siap menghibur pengunjung dengan mascot utama berupa kolam ombak buatan. Waktu yang diberikan kepada siswa untuk berenang dan menikmati keindahan alam hanya 1 jam. Dari pukul 11.00-12.00 WIB,oleh karena itu banyak siswa yang tidak sempat berenang. Pukul 12.00 WIB rombongan keluar dari AWA menuju ke bus untuk makan siang (lunch box). Setelah selesai makan siang, rombongan berjalan menuju GSA.

GSA (Gelanggang Samudra Ancol)
Tidak lama berjalan dari AWA ke GSA. Pukul 13.30 WIB rombongan masuk ke GSA. GSA (Gelanggang Samudra Ancol) merupakan sebuah oseanarium (oceanarium) yang menawarkan rekreasi, konservasi dan pendidikan untuk seluruh keluarga, terletak di kawasan Ancol. Di sini dapat menyaksikan berbagai tingkah lacu satwa yang terlatih. Hewan darat seperti berang-berang, beruang madu dan kuda nil serta hewan laut seperti singa laut, lumba-lumba, dan paus putih, ditambah dengan menonton pertunjukan 4 dimensi. Di GSA, rombongan berpencar. Ada yang menonton pertunjukan lumba-lumba, ada yang menonton film 4 dimensi, dan ada juga yang mencoba ke wahana permainan. Namun dari seluruh rombongan SMP N 2 Maos, paling banyak menonton pertunjukan 4 dimensi. Setelah puas menikmati pertunjukan dan permainan yang ada, kira – kira pukul 16.00 WIB rombongan meninggalkan GSA menuju ITC Cempaka Mas.

ITC Cempaka Mas
Pukul 16.30 rombongan sampai di ITC Cempaka Mas. ITC Cempaka Mas merupakan obyek wisata pusat perbelanjaan/mall terbesar di Jakarta. Di sini kami bisa membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari yang disajikan secara lengkap dan menarik. Namun, karena barang-barang yang dijual disini mahal-mahal, jadi banyak siswa yang hanya sekedar melihat-lihat saja. Kami hanya diberi waktu sampai pukul 17.00 di ITC Cempaka Mas ini. Namun, waktunya terulur sehingga pukul 18.30 WIB rombongan baru meninggalkan ITC Cempaka Mas menuju ke penginapan di Islamic Center Bekasi.

Islamic Center Bekasi
Pukul 20.00 WIB rombongan sampai di penginapan Islamic Center Bekasi. Di sini siswa makan malam prasmanan, istirahat kemudian acara bebas. Siswa diwajibkan pukul 21.00 WIB sudah tidur semua. Namun, banyak siswa yang belum juga tidur. Pukul 06.00 WIB rombongan makan pagi, kemudian tepat pukul 07.00 WIB rombongan pergi meninggalkan Islamic Center Bekasi menuju ke Lubang Buaya (Monumen Pancasila Sakti).

Lubang Buaya (Monumen Pancasila Sakti)
Pukul 08.00 WIB, rombongan tiba di Lubang Buaya. Lubang Buaya/Monumen Pancasila Sakti merupakan tempat/lokasi para pahlawan revolusi yang gugur oleh kekejaman PKI. Terdapat diorama-diorama dan foto-foto yang menggambarkan peristiwa G30 S/PKI. Tempat ini dibangun pada tanggal 1 Oktober 1967 dengan gagasan Presiden Soeharto. Tempat ini diresmikan tahun 1972. Luas tanah ± 14 ha, yang terdapat di Desa Lubang Buaya, Cipayung, Pondok Gede, Jakarta Timur. Yang paling terkenal di Lubang Buaya adalah sebuah sumur yang biasa digunakan oleh PKI untuk menyembunyikan 7 jenazah jendral revolusi Indonesia. Ketujuh jendral itu adalah :
Ahmad Yani
M.T haryono
S. Parman
Soeprapto
D.I Panajaitan
Brigjen Sutoyo
Kapten Andreas Tendean
 
Jenazah ketujuh Jendral tersebut dimakamkan di T.M Kalibata. Selain sumur-sumur maut, kita juga dapat melihat dapur umum yang digunakan untuk memasak pada jaman penjajahan, kendaraan yang digunakan untuk membawa jenazah Jendral, juga terdapat museum penghianatan PKI yang di dalamnya terdapat patung-patung pemberotakan PKI, foto-foto asli para pejuang, baju pahlawan revolusi yang masih ada bercak darah, serta barang-barang pahlawan revolusi yang ditemukan saat pengangkatan jenazah dari sumur maut. Lama kami di Lubang Buaya, kira-kira 2 jam rombongan pergi meninggalkan Lubang Buaya pukul 10.00 WIB menuju ke TMII yang dilanjut ke Museum Listrik dan Energi Baru.

TMII (Taman Mini Indonesia Indah)
Tepat pukul 11.00 WIB rombongan sampai di TMII. TMII merupakan miniatur Indonesia yang menggambarkan keanekaragaman budaya, adat istiadat, bangunan rumah adat yang khas juga banyak museum pengetahuan. Karena TMII sangat luas maka rombongan memutuskan untuk melihat-lihat melalui bus saja. Setelah melihat-lihat pukul 11.15 WIB rombongan sampai di Museum Listrik dan Energi Baru.

Museum Listrik dan Energi Baru
Pukul 11.15 WIB, rombongan sampai di Museum Listrik dan Energi Baru. Di sini kami bisa melihat berbagai macam pembangkit listrik, mobil masa depan yang bahan bakarnya dari sinar matahari, kompor energy matahari, pemanfaatan dan cara menggunakan energy matahari, dan lainnya. Sekitar pukul 13.00 WIB rombongan keluar dari Museum Listrik dan Energi Baru untuk makan siang (lunch box). Pukul 14.00, rombongan pergi menuju Cibaduyut.
Cibaduyut

Pukul 17.30 WIB, rombongan tiba di Cibaduyut. Pusat perbelanjaan yang berada di kota Bandung selain Cihampelas dan Bandung Super Mall salah satunya adalah Cibaduyut terletak di jalan Cibaduyut Bandung, tempat ini merupakan pusat kerajinan, pertokoan tas dan sepatu kulit, juga terdapat oleh-oleh berupa makanan khas Jawa Barat seperti dodol garut, peuyeum,dsb. Waktu yang diberikan kepada kami untuk berbelanja dan melihat-lihat cukup lama,sekitar 2,5 jsm. Setelah puas berbelanja, rombongan pergi meninggalkan Cibaduyut pukul 20.00 WIB menuju ke Cilacap. Dalam perjalanan, sekitar pukul 00.15 WIB rombongan mampir kesalah satu took oleh-oleh di Pandyangan, Garut. Setelah itu rombongan langsung pergi menuju ke Cilacap. Sampai di Cilacap ± pukul 04.30 WIB. Seluruh rombongan selamat sampai tujuan.


PENUTUP
Kesimpulan
Saran / kritik
Perjalanan ini memang benar-benar melelahkan. Namun dibalik itu semua terdapat sebuah pengalaman yang tidak pernah akan kami lupakan selama hidup kami. Pemandu dari CV. Dewangga yang ramah dan mengasyikan, tempat-tempat wisata yang menakjubkan, serta guru pendamping yang setia mendampingi dan menjaga kami semua,itulah yang tidak bisa kami lupakan. Mungkin kegiatan study tour ini tidak berjalan dengan apa yang kami bayangkan dan rencanakan, tapi kami maklumi semua ini. Karena rencana tidak selalu berjalan lancer. Kami hanya berharap semoga SMP Negeri 2 Maos terus dan selalu mengadakan progam study tour ini. Dan semoga kegiatan ini bisa berjalan lebih lancer dan menarik lagi. SMP Negeri 2 Maos is the best.

DISUSUN OLEH : ADITYA WAHYUDIN 
Demikianlah Informasi Mengenai Contoh Laporan Yang dapat admin sampaikan Pada Kesempatan kali Ini semoga Bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi sahabat semua...

DMC