CONTOH SKRIPSI BAB III METODE PENELITIAN,Rancangan Penelitian

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan prilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif juga merupakan suatu pendekatan induktif untuk penyusunan pengetahuan yang menggunakan riset dan menekankan subjektifitas serta arti pengalaman bagi individu (Brockopp, Marie T, Hastings-Tolsma, 2000).
Metode penelitian ini dipilih oleh peneliti untuk mengungkapkan pendapat / tanggapan masyarakat tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, perawatan dan pengobatan terhadap gangguan jiwa.
3.2 Informan / Subjek Penelitian
Informan dalam penelitian ini adalah sebagian masyarakat dalam satu dusun. Tehnik pengambilan informasi yang digunakan adalah purposive sampling yaitu dengan mengambil subjek penelitian yang memenuhi kriteria. Dimana kriteria tersebut dibuat oleh peneliti sendiri (Norwood, 2000).
Kriteria yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah : 1) Anggota masyarakat laki-laki dan perempuan yang tergolong dalam dewasa pertengahan dan dewasa akhir dengan alasan bahwa usia tersebut lebih sering berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya serta usia tersebut mempunyai pemikiran yang matang dalam mengkaji kembali tentang dirinya dan lingkungan (Widyatuti,1999), 2) masyarakat yang mempunyai tetangga dengan gangguan jiwa, 3) masyarakat yang bersedia diwawancarai.
Jumlah informan yang diambil tergantung dari jumlah replikasi kasus yang diinginkan dengan tujuan menggali informasi dan memiliki kekhususan yang ada yang akan menjadi dasar dari rancangan dan teori yang muncul (Moleong, 2000)
Pada penelitian ini jumlah informan yang diambil sebanyak 10 orang sesuai dengan kecukupan informasi yang diperoleh (parse,1996) mengidentifikasi bahwa untuk penelitian kualitatif diperlukan 6-10 responden. Adapun informan yang dipilih 10 orang karena peneliti mempertimbangkan keterbatasan waktu, tenaga dan biaya.
3.3 Pengumpulan Data
3.3.1 Tehnik Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data yang diambil dalam penelitian ini adalah wawancara terhadap informan (Moleong, 2000) yang dibantu dengan pedoman interview berstandar dalam bentuk pertanyaan open ended (terbuka).
Jumlah responden yang didapatkan dilapangan setelah dilakukan seleksi berdasarkan kriteria subjek penelitian yang telah ditetapkan yaitu 10 orang. Wawancara dilakukan di rumah responden. Wawancara dilakukan 1 – 2 kali dengan
lamanya waktu bervariasi sesuai dengan situasi dan kondisi, serta berdasarkan kontrak yang telah disepakati.
Pada beberapa responden peneliti telah melakukan wawancara sejak pertemuan pertama saat penelitian karena peneliti dan responden sudah saling mengenal dan kontrak sudah dilakukan sejak studi pendahuluan. setelah terlebih dahulu dilakukan informed consent, dan pada beberapa responden yang lain pertemuan pertama digunakan untuk membina hubungan saling percaya. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan perkenalan dalam suasana yang rileks, memberikan informed consent dan menyepakati kontrak.

Tiap orang yang diseleksi untuk dilakukan wawancara, dengan mengajukan pertanyaan yang sama pada tiap orang yang akan diwawancara. Metode wawancara yang dilakukan adalah berstruktur (Moleong, 2000). Wawancara ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan (pandangan, kepercayaan, pengalaman dan pengetahuan) secara lisan dari seseorang/informan tentang suatu hal (Notoadmodjo, 2002).

3.3.2 Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data dimulai dengan penentuan informan sesuai dengan kriteria sampel. Sebelum memulai wawancara peneliti menciptakan hubungan saling percaya dengan informan. Peneliti memperkenalkan diri terlebih dahulu dan menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian. Setelah calon informan memahami tujuan dari penelitian yang akan dilakukan dan informan tidak keberatan dengan pertanyaan yang akan diajukan serta memahami hak-hak mereka sebagai informan. Peneliti meminta informan untuk menandatangani surat kesediaan berpartisipsi. Kemudian peneliti membuat kontrak untuk pertemuan pertama mengenai waktu dan tempat pelaksanaan wawancara.

Tahap selanjutnya dilakukan wawancara untuk menggali informasi tentang permasalahan penelitian. Wawancara dilakukan 2 kali selama 20-45 menit setiap kali pertemuan. Waktu wawancara ini disesuaikan dengan kondisi dan situasi informan pada saat wawancara. Pada setiap akhir wawancara ditanyakan komentar informan tentang proses wawancara, apa yang mereka rasakan tentang wawancara tersebut dan apa yang dapat dilakukan peneliti untuk memperbaiki proses wawancara.

Selama proses wawancara, selain menggunakan tape recorder peneliti juga membuat catatan yang bertujuan untuk menuliskan keadaan atau situasi saat berlangsungnya wawancara dan semua respon non verbal yang ditunjukkan oleh informan. Hal ini juga dimaksudkan untuk membantu peneliti agar dapat merencanakan pertanyaan baru berikutnya serta membantu untuk mencari pokok-pokok penting dalam wawancara, sehingga akan mempermudah analisis. Setelah wawancara selesai, peneliti dan informan membuat kontrak/janji untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan pertemuan berikutnya.
3.4 Analisa Data dan Uji Validitas
3.4.1 Tehnik Analisa Data
Untuk analisis data yang telah diperoleh dari berbagai sumber maka data tersebut diolah dengan langkah-langkah:
1. Data diseleksi dan dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan untuk menjawab masalah penelitian
2. Data diolah sesuai dengan masalah penelitian
3. Analisa data dengan menggunakan kata-kata yang sederhana sebagai jawaban terhadap masalah.
Metode analisis, dalam penelitian kualitatif, penulisan deskriptif sebagaimana yang dikemukakan Moleong (2000) mengikuti prosedur sebagai berikut: (1) Analisis deskriptif dengan mengembangkan katagori-katagori yang relevan dengan tujuan, (2) penafsiran atas hasil analisis deskriptif dengan berpedoman pada teori yang sesuai.
Mengacu pada pendapat tersebut, maka dalam penelitian ini data yang sudah terkumpul diolah dan diinterpretasikan secara kualitatif dengan maksud menjawab masalah penelitian. Data tersebut ditafsirkan menjadi katagori-katagori yang berarti menjadi bagian dari teori atau mendukung teori yang diformulasikan secara deskriptif (Moleong, 2000).
3.4.2 Uji Validitas
Keabsahan hasil penelitian merupakan kredibilitas hasil riset dan kekuatan ilmiah yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dibahas dengan strategi yang disusun untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas, untuk itu digunakan empat area pengukuran yang spesifik yaitu: (1) Credibility (validitas internal); (2) Tranferabilitas (validitas eksternal); (3) Dependability (ketergantungan); (4) Confirmability (netral) (Lincolm dan Guba, dalam Brockop, D, et, All, 2000).
Secara operasional Credibility dapat dicapai dengan teknik member check yaitu pada akhir wawancara setiap bahasan, peneliti mengulangi kembali garis besar hasil wawancara baik secara lisan maupun laporan tertulis kepada responden. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat memperbaiki hasil wawancara bila ada kekeliruan. Transferability (validitas eksternal) kriteria ini dapat dilihat tergantung pembaca hasil penelitian yaitu sampai dimana hasil penelitian digunakan dalam konteks tertentu. Apabila pembaca merasa ada keserasian dengan situasi yang dihadapinya maka penelitian ini memiliki transferability. Dependabillity (derajat ketergantungan) peneliti secara seksama mengikuti semua session yang berkaitan dengan interpretasi data. Semua catatan disimpan untuk rujukan selanjutnya dan refleksi yang akan datang. Comfirmability dilakukan dengan cara melakukan diskusi dengan pembimbing dan mengikuti secara terus-menerus semua hasil interpretasi yang berhubungan dengan analisa data. Comfirmabiliti merupakan tahap akhir dari proses audit hasil penelitian. Comfirmability dapat dicapai apabila credibility, transferability, dan dependabillity terpenuhi (Brockoop, D, et, All, 2000).
3.5 Penyajian Data

Dalam penelitian ini, data disajikan dalam bentuk narasi yaitu berupa deskripsi persepsi masyarakat tentang gangguan jiwa. Dan kerahasiaan informan dijamin dengan cara tidak menyebutkan identitas informan.
3.6 Tahap Penelitian
Tahap-tahapan dalam pelaksanaan penelitian ini memberikan gambaran tentang keseluruhan perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, sampai dengan penyusunan pelaporan. Adapun tahapan tersebut adalah:
3.6.1 Tahapan Persiapan:
3.6.1.1 Menyusun rancangan penelitian
3.6.1.2 Menentukan lokasi penelitian
3.6.1.3 Mengurus administrasi penelitian
3.6.1.4 Melakukan pendekatan pada institusi di lokasi penelitian untuk melakukan studi pendahuluan
3.6.1.5 Melakukan studi kepustakaan
3.6.1.6 Menyusun proposal penelitian dan instrumen penelitian
3.6.1.7 Seminar proposal penelitian
3.6.2 Tahap Pelaksanaan:
3.6.2.1 Mendapat izin penelitian
3.6.2.2 Mendapat inform concent dari informan
3.6.2.3 Melakukan wawancara dan mengumpulkan hasil penelitian
3.6.2.4 Melakukan pengelolaan data dan analisa data
3.6.2.5 Menyusun laporan.
3.6.3 Tahap Akhir:
3.6.3.1 Penyusunan laporan dan penyajian hasil penelitian (sidang)
3.6.3.2 Penggandaan hasil laporan
3.7 Etika Penelitian
Peneliti menjamin hak-hak responden dengan terlebih dahulu melakukan informed consent sebelum melakukan wawancara. Responden berhak menolak atau tidak bersedia menjadi subjek penelitian.
Dalam meminta persetujuan dari responden menjelaskan terlebih dahulu topik, tujuan penelitian, teknis pelaksanaan penelitian, dan hak-hak responden. Peneliti menjaga kerahasiaan identitas responden dengan cara menggunakan nama samaran dalam bentuk inisial , tidak menyebutkan identitas responden dalam laporan penelitian. Hasil penelitian hanya digunakan untuk perkembangan dunia pendidikan dan tidak dipublikasikan.
3.8 Lokasi Penelitian dan Waktu Pengumpulan Data

Penelitian telah dilakukan di Dusun Babakan desa Cigadung Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan dari tanggal 23 september sampai tanggal 27 september 2005.

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1876933177057504259#editor/target=post;postID=5371994158039169114
close

DMC