CONTOH MAKALAH PENGELOLAAN KELAS YANG EFEKTIF DI SD NEGERI

BAB I MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DI SD NEGERI MADUSARI 03 A. VISI, MISI DAN STRATEGI 1. Visi Tinggi dalam prestasi dilandasi iman dan budi. 2. Misi 1) Mendorong pertumbuhan bakat, minat serta semangat yang tinggi pada warga sekolah dalam kegiatan belajar. 2) Membantu siswa untuk berprestasi secara optimal. 3) Menumbuhkan rasa iman dan takwa kepada Tuhan Y.M.E. 4) Memupuk perilaku pribadi dalam kehidupan sehari-hari. 5) Meningkatkan kedisiplinan dan layanan pendidikan secara optimal. 3. Strategi 1) Bagi siswa yang mempunyai bakat seni dan olah raga mereka diberi latihan dan bimbingan sesuai dengan bakatnya itu. 2) Mengadakan shalat dzuhur berjamaah 3) Setiap hari jumat seluruh siswa mengikuti senam pagi. 4) Setiap hari kecuali hari libur, perpustakan selalu terbuka untuk seluruh siswa dan seluruh siswa dihimbau untuk gemar membaca buku. 5) Dibuat papan tata tertib di seluruh kelas untuk menjaga kedisiplinan siswa. B. SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity dan Treat ) 1. Strength a. Sekolah sudah mempunyai fasilatas yang cukup lengkap seperti WC, mushola, UKS, perpustakaan dan lapangan bulu tangkis. b. Beberapa kelas bangunannya kokoh dan baru selesai di renovasi. c. Sering menang dalam setiap perlombaan seperti menyanyi dan sepak takrau. d. Setiap tahun selalu ada yang menjadi murid teladan tingkat kabupaten. 2. Weakness a. Lahan sekolah yang cukup sempit, sehingga jika ingin menambah ruangan harus dibuat bertingkat. b. Masih kurangnya dana untuk membimbing siswa yang mempunyai kemampuan lebih. c. Jauh dari lapangan sepak bola. d. Guru yang sudah S1 baru 1 orang. 3. Opportunity a. banyak siswa yang berprestasi sehingga mampu bersaing dengan sekolah lain. b. Jumlah guru yang cukup banyak sehingga semua siswa mendapat pengajaran yang baik. c. Banyak guru yang masih muda sehingga aktif dalam mengembangkan bakat dan kretivitas siswa. d. Disiplin yang cukup bagus sehingga akan tercipta pembelajaran yang efektif dan efisien. 4. Treats a. Ruangan kelas tiga yang dikhawatirkan akan roboh akibat dari renovasi ruangan kelas empat di sebelahnya. b. Warung/kantin yang berada di sebrang jalan, sehingga dikhawatirkan terjadinya kecelakaan. C. PROGRAM KEGIATAN SEKOLAH 1. Pengelolaan Kurikulum Kurikulum merupakan sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk mencapai suatu ijazah. Kurikulum yang dilaksanakan di SD Negeri Madusari 03 sudah menggunakan KTSP. Pembelajaran di kelas 1,2 dan 3 sudah menggunakan pendekatan tematik, dan untuk kelas 4,5 dan 6 masih menggunakan sistim mata pelajaran yang masih terpisah-pisah. Tugas guru dalam pengelolaan kurikulum adalah mengimplementasikan apa yang ada di dalam kurikulumatau sebagai pelaksana kurikulum. Sebelummelaksanakan pembelajaran, sebelumnnya guru harus membuat rencana pengajaran yang dinamakan silabus dan RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Silabus dan RPP ini dirancang dan dikembangkan sendiri oleh guru berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada pada kurikulum. Sedangkan tugas kepala sekolah dalam mengelola pembelajaran adalah sebagai berikut : a. Tugas kepala sekolah selaku pimpinan sekolah dalam mengelola pembelajaran. 1). Menyusun kalender pendidikan sekolah. 2). Penyusunan program tahunan. 3). Penyusunan jadwal. b. Tugas kepala sekolah selaku pimpinan dalam mengarahkan guru-guru untuk menyusun kegiatan pembelajaran, meliputi : 1). Program mengajar dalam satu tahun. 2). Program mengajar dalam satu semester. 3). Program persiapan mengajar. 4). Program mingguan, harian dalam bentuk catatan kemajuan belajar. 5). Program perbaikan dan pengayaan. 2. Pengelolaan Ketenagaan Jumlah ketenagaan yang ada si SD Negeri Madusari 03 berjumlah 10 orang. Terdiri dari : 1 orang kepala sekolah, 6 orang guru kelas, 1 orang guru PAI, 1 orang guru penjaskes dan 1 orang penjaga sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab atas seluruh kegiatan penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya, baik ke dalam maupun ke luar yakni, dengan melaksanakan segala kebijakan, peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga yang lebih tinggi. Guru bertanggung jawab dalam pelaksanaan PBM di kelas. Selain itu, guru di SD Negeri Madusari 03 juga mempunyai tugas-tugas khusus, diantaranya : sebagai pembina perpustakaan, pembina pramuka, pembina kesenian, pembina keagamaan, pembina UKS dan pembina olah raga. Dalam setiap kegiatan, guru-guru di SD Negeri Madusari 03 ini selalu membentuk kepanitiaan dengan kepala sekolah sebagai ketuanya. Jabatan dalam kepanitiaan ini dijadikan sebagai salah satu penilaian dan penambahan angka kredit poin bagi para guru yang dinilai langsung oleh kepala sekolah. Semakin tinggi jabatan dalam kepanitiaan tersebut, maka angka kredit point yang diperolehpun semakin besar. Untuk menilai kinerja guru kepala sekolah juga mempunyai buku khusus. Isi format penilaiannya yaitu mengenai kedisiplinan, kehadiran, kerapihan, dan kretivitas guru. Penilaian ini berguna untuk kenaikan pangkat. Sedangkan untuk kepala sekolah dinilai langsung oleh pengawas TK/SD. Pembinaan guru oleh kepala sekolah diadakan menimal satu bulan sekali. Sedangkan untuk pembinaan guru oleh pengawas TK/SD minimal diadakan selama 3 bulan sekali. Guru-guru juga selalu mengikuti KKG yang diadakan di SD inti per wilayah gugus. KKG ini bertujuan untuk mengatasi berbagai macam kesulitan yang dialami guru dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan keputusan dari dinas pendidikan untuk sekolah dasar khususnya yang ada di wilayah kecamatan wanareja, tidak boleh lagi menerima guru honor. Sekarang ini guru honor yang ada di SD negeri madusari 03 berjumlah 3 orang. 3. Pengelolaan Keuangan Prinsip keuangan yang ada di SD Negeri Madusari 03 ini menggunakan prinsip berimbang, yaitu pengeluaran sama dengan pemasukan. Sumber dana yang diperoleh berasal dari pemerintah dan sumbangan lainnya. Bantuan dari pemerintah biasanya berupa dana BOS ( Biaya Operasional Sekolah ) yang ditujukan untuk kegiatan operasional sekolah dan bantuan pembangunan. Seperti bantuan yang baru diterima oleh SD Negeri madusari 03 yaitu DAK ( Dana Alokasi Khusus ) yang berasal dari pemerintah untuk merenovasi ruangan kelas IV, V, VI dan WC. Pengajuan dana BOS oleh pihak sekolah sesuai dengan banyaknya siswa di sekolah tersebut, sehingga msemakin banyak siswa maka jumlah dana BOS yang diperoleh juga semakin besar. Pengeluaran rutin yang ada di SD Negeri Madusari 03,diantaranya : a. Pembelian alat-alat kantor dan alat tulis kantor. b. Pajak tahunan. c. Biaya listrik. d. Biaya pemaliharaan sarana dan prasarana. Pertanggung jawaban keuangan sekolah terhadap wali murid dilaksanakan selama satu tahun sekali atau sebelum dan sesudah melaksanakan pembangunan. Sebelum melaksanakan rapat dengan wali murid secara keseluruhan, terlebih dahulu sekolah mengadakan rapat dengan komite sekolah hasil rapat itulah yang kemudian disampaikan kepada wali murid. Sedangka pertanggung jawaban dana BOS kepada pemerintah dilaksanakan selama 3 bulan sekali. 4. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pemeliharaan sarana dan prasarana di SD Negeri madusari 03 terdiri dari pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala. Pemeliharaan sehari-hari terdiri dari kebersihan ruangan, pengadaan alat tulis dan sebagainya. Sedangkan pengelolaan berkalaterdiri dari perbaikan bangku dan kursi yang rusak, pengecatan, perbaikan ruangan dan sebagainya. Di SD Negeri Madusari 03 ini,fasilitasnya sudah cukup memadai. Ruangan kelas ada V ruang, kantor, mushola, UKS dan perpustakaan sudah tersedia. Ruangan kelas IV, V dan VI juga baru selesai di renovasi. Tetapi, akibat dari bangunan ruang kelas IV yang di renovasi ruangan kelas III menjadi bermasalah dan di khawatirkan akan roboh, sehingga untuk sementara ruangan kelas III tidak di pakai. Dan untuk sementara siswa kelas III belajar di sebagian ruang perpustakaan. Pihak sekolah juga telah mengajukan proposal permohonan bantuan lagi kepada pemerintah untuk memperbaiki rungan kelas I/II dan III yang belum direnovasi. SD Negeri Madusari 03 sudah mempunyai buku-buku perpustakaan yng sudah cukup lengkap dan masih baru, karena adanya kiriman BOS buku dari pemerintah. Tetapi, buku untuk pegangan siswa masih kurang. Media pembelajarannya juga masih kurang memadai. Alat peraga yang dimiliki belum semuanya lengkap, masih menunggu kiriman dari pemerintah. 5. Pengelolaan Layanan Khusus pendidikan Di SD Negeri Madusari 03 ini belum mempunyai guru khusus untuk layanan bimbingan khusus. Masalah anak berkebutuhan khusus ditangani langsung oleh guru kelas masing-masing. Jadi, di sini tugas guru tidak hanya mengajar tetapi juga harus memahami berbagai macam aspek perkembangan pada siswa,sehingga guru dapat memberikan bimbingan kepada siswa sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Contoh layanan bimbingan yang di berikan oleh guru misalnya, siswa yang mempunyai hobi dan bakat dalam menyanyi maka diberikan latihan menyanyi oleh guru yang mempunyai keahlian menyanyi dan di ikutkan dalam lomba menyanyi. Begitu juga dengan siswa yang gemar olah raga, siswa tersebut dibimbing oleh guru olah raga sesuai dengan olah raga yang digemarinya dan di ikutkan dalam setiap pertandingan. Sedangkan untuk siswa yang mempunyai permasalahan akademik, maka siswa tersebut akan diberikan latihan atau pengayaan khusus oleh guru kelasnya. BAB II PENGELOLAAN KELAS YANG EFEKTIF DI SD NEGERI MADUSARI 03 A. PENGORGANISASIAN KBM DAN PENGORGANISASIAN SISWA DI KELAS I DAN V 1. Pengorganisasian KBM Dalam mengajar sebelumnya guru harus membuat program pengajaran. Baik itu program tahunan, semester maupun program harian. Guru juga harus membuat rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang dinamakan dengan silabus dan RPP. Silabus dan RPP ini dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada pada kurikulum. Dalam kegiatan pengajaran yang pertama dilakukan oleh guru yaitu mengidentifikasi tujuan pengajaran yang ingin dicapai. Kemudian guru mendiagnosa sejauh mana keberhasilan siswa sebelumnya. Rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun, kemudian diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Pada awal pembelajaran guru mengadakan appersepsi dan menumbuhkan motivasi siswa. Selanjutnya pada kegiatan pembelajaran, guru selalu mengadakan tanya jawab dengan siswa untuk menambah pengetahuan dan menumbuhkan keaktifan siswa. Dalam kgiatan pembelajaran, guru menggunakan brbagai macam media yang efektif dan menarik. Seprti di kelas V dalam pembelajaran bangun ruang, guru mnggunakan brbagai macam bentuk bangun ruang sebagai medianya. Pada akhir kegiatan pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk mengukur sejauh mana keberhasilan siswa siswa dalam kegiatan pembelajaran. Bentuk evaluasi yang dilaksanakan secara tertulis. Sumber belajar yang digunakan yaitu buku paket terbitan erlangga dan lembar kerja siswa (LKS) serta berbagai macam media pembelajaran. Pembelajaran PAKEM di kelas I dan V belum dapat dilaksanakan secara optimal. Perbedaan pengorganisasian KBM di kelas I dan V ini ada pada pendekatan yang di gunakan dan jumlah jam pelajaran per harinya. Untuk kelas I menggunakan pendekatan tematik dan jumlah jamnya 6 jam pelajaran per hari, sedangkan untuk kelas V sudah menggunakan sistim mata pelajaran yang terpisah-pisah dan jumlah jamnya 8 jam pelajaran per hari. Jumlah siwa kelas I ada 35 orang dan jumlah siswa kelas V ada 28 orang. 2. Pengorganisasian Siswa Pengorganisasian siswa di kelas V dilakukan secara klasikal, tetapi terkadang dalam pelajaran tertentu, guru juga mengorganisasikan siswa secara kelompo kecil. Sedangkan untuk pengorganisasian kelas di kelas I sdilaksanakan secara klasikal dan berpasangan. B. PENATAAN RUANGAN DAN PENATAAN PERABOT KELAS DI KELAS I DAN V. 1. Penataan Ruangan Ruangan kelas I dan kelas V berukuran 7 m x 7m.Ventilasi dan penyinarannya cukup baik sehingga ruangannya shat dan tidak lembap. Bagian dinding samping yang menghadap keluar lingkungan sekolah hanya menggunakan ventilasi sedangkan dinding yang menghadap ke dalam lingkungan sekolah menggunakan jendela kaca disertai ventilasi. Hal ini dimaksudkan agar lingkungan luar tidak mengganggu konsentrasi siswa ketika sedang belajar. Setiap pagi sebelum belajar, kelompok siswa mendapat giliran piket bertugas membersihkan ruangan sehingga ketika belajar ruangan tetap bersih. Jumlah kursi juga sudah mencukupi untuk kelas I sesuai dngan jumlah siswa yaitu ada 35 kursi dan untuk kelas V bahkan lebih empat buah kursi dari jumlah 32 siswa. 2. Penataan Perabot Kelas Perabot kelas adalah segala sesuatunperlengkapan yang harus ada dan diperlukan di kelas. Penataan perabot kelas untuk kelas I dan Kelas V hampir sama. Semua perabotan kelas yang harus ada menurut Depdiknas, sudah tersedia di kelas I dan V. Penataan perabot kelasnya sebagi berikut : a. Papan tulis diletakan di dinding bagian depan kelas dan penghapusnya juga telah tersedia. b. Meja dan kursi guru berada di sudut depan kelas. c. Almari kelas berada di depan disamping meja guru. d. Meja dan kursi siswa kelas I berjumlah 35 pasang, sedangkan untuk kelas V berjumlah 36 pasang. e. Gambar presiden, wakil presiden dan pancasila terletak di atas papan tulis. f. Papan absensi terletak di depan di samping papan tulis. g. Daftar jaga terletak di dinding samping dekat pintu. h. Jadwal pelajaran dipasang disamping papan absensi. i. Tempat cucu tangan dan lap tangan berada di sudut depan di dekat pintu. j. Kalender pendidikan terlatak di depan di samping jadwal pelajaran. k. Tempat sampah berada di luar kelas dekat pintu masuk. l. Sapu dan bulu ayam berada di di sudut belakang ruangan. m. Gambar-gambar/alat peraga di temple di dinding bagian samping ruangan. n. Alat tulisnya masih menggunkan kapur. o. Tempat duduknya berbentuk susunan berkelompok. C. PENDEKATAN PENGELOLAAN KELAS DI KELAS I DAN KELAS V Kelas 1 Pendekatan pngelolaan kelas yang dilaksanaan di kelas I cenderung mnggunakan pndekatan prmisif. Di sini guru cenderung lebih memberikan kebebasan kepada siswa, dengan alasan usia siswa kelas I ini masih senang aktif bergerak dan masih dalam masa pertumbuhan yang cepat. Dengan meningkatkan ebebasan siswa, maka akan membantu perkembangannya secara wajar. Tetapi, dalam situasi dan kondisi tertentu pendekatan-pendekatan lainnya juga diterapkan seperti pendekatan otoriter dan pendekatan perubahan perilaku. Jadi, guru mnggunakan brbagai pendekatan sesuai dengan keadaan kelas. Kelas V Pendekatan pengelolaan kelas di kelas V SD Negeri Madusari 03 ini menggunakan pendkatan otoriter dan prmisif. Karena anak usia SD kelas V ini terkadang masih membandel, suka mencari perhatian dan mlanggar peraturan, jadi terkadang guru harus memberikan teguran atau hukuman. Misalnya, bagi siswa yang tidak mengrjakan tugas, maka guru membrikan tugas berupa hafalan kepada siswa tersebut. Guru juga memberikan aturan-aturan atau tata tertib bagi siswa di kelas. Tetapi di sini guru juga tidak mau membatasi krativitas siswa. Guru juga berusaha memberikan kebebasan kepada siswa untuk berkrasi sesuai dengan minat dan keinginannya. Jadi, di sini guru memberikan kebebasan tetapi dalam hal dan batasan-batasan tertentu. D. PEMBINAAN DISIPLIN KELAS KELAS I DAN KELAS V Kelas 1 Untuk pembinaan disiplin di kelas I dilaksanakan sbagai berikut: 1. Guru membiasakan siswa untuk berbaris sbelum masuk ke kelas. 2. Sebelum belajar, guru membiasakan siswa untuk berdoa sebelum belajar dan memeriksa kerapihan pakaian dan kbersihan kuku siswa. 3. Dibuat papan tata tertib yang ditempel di dalam kelas. 4. Guru mngingatkan kepada siswa terhadap peraturan tata tertib dan konsekuensinya, kemudian mlaksanakan sanksi yang seharusnya berlaku. 5. Guru memberikan contoh, teladan, sikap dan perilaku yang baik kepada siswa seperti slalu datang ke kelas tepat waktu, berpakaian rapih dan sopan santun. 6. Guru-guru di SD Negeri Madusari 03 memberikan bimbingan dan penyuluhan untuk meningkatkan kdisiplinan para siswanya. Kelas V Pembinaan disiplin yang dilaksanakan di kelas V sebagai berikut: 1. Dibuat papan tata tertib yang ditempel di dalam kelas. 2. Guru mngingatkan kepada siswa terhadap peraturan tata tertib dan konsekuensinya, kemudian mlaksanakan sanksi yang seharusnya berlaku. 3. Guru-guru di SD Negeri Madusari 03 memberikan bimbingan dan pnyiluhan untuk meningkatkan kdisiplinan para siswanya. 4. Guru memberikan contoh, teladan, sikap dan perilaku yang baik kepada siswa seperti slalu datang ke kelas tepat waktu, berpakaian rapih dan sopan santun. 5. Membina organisasi kelas secara dmokratis. 6. Guru mengadakan pendekatan kpada siswa untuk mengetahui latar blakang dan segala hal tentang siswa secara individual dalam upaya mnanggulangi peelanggaran disiplin. E. MASALAH KELAS DAN PENANGGULANGANNYA Ada beberapa masalah kelas yang terjadi di kelas I dan V. Brikut ini beberapa masalah kelas yang terjadi beserta penanggulangannya. 1. Permusuhan antar siswa Untuk menyelesaikan masalah ini, maka guru berusaha untuk mencari penyebab permusuhan dan mencoba mengadakanperubahan-perubahan baru, misalnya prubahan posisi tempat duduk untuk menambah keakraban seluruh siswa di kelas. Guru juga menasehati siswa dan memberikan pemahaman kepada mereka bahwa permusuhan akan menyebabkan hilangnya teman bergaul. 2. Siswa yang mengobrol di kelas Guru sgra menghampiri siswa yang mengobrol tersebut dan memotiasi mereka agar kembali mengerjakan tugas-tugasnya. Guru juga mngajukan pertanyaan kepada siswa tersebut mengenai materi yang telah disampaikan. 3. Siswa yang mencari perhatian Cara penanganannya yaitu guru memberikan nasihat dan guru mengadakan variasi pembelajaran dengan cara permainan. Dalam prmainan tersebut melibatkan siswa yang mencari perhatian tadi, sehingga terjadi prubahan perilaku pada siswa. BAB III PENGALAMANKU DI KELAS A. PENGALAMAN MENATA KELAS Menata kelas tempat duduk berbentuk tapal kuda. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/jam ke : V (lima)/1 Metode atau straregi yang digunakan : ceramah, diskusi dan penugasan Media atau alat peraga dipakai : gambar-gambar bangun datar, papan pola bangun datar, bangun datar dan bingkainya. Menata tempat duduk berbentuk lingkaran. Mata Pelajaran : IPA ( Ilmu Pengetahuan Alam) Kelas/jam ke : V/1 Metode atau strategi yang digunakan :Direct Instruction, Cooperative Learning, Demonsterasi, Eksperimen, Tanya jawab. Media atau alat peraga yang dipakai :Aneka gambar batuan, gambar-gambar yang mendukung. Terdapat perbedaan respon siswa ketika susunan tempat duduk berbentuk lingkaran dengan tempat duduk berbentuk tapal kuda. Ketika pembelajaran IPA, susunan tempat duduk berbentuk lingkaran dengan guru berada di tengah, respon siswa tidak semuanya aktif. Hal ini disebabkan ada sebagian siswa yang terbelakangi oleh guru sehingga kurang jelas ketika guru menjelaskan dan perhatiannya menjadi kurang terpusat pada materi pelajaran yang sedang disampaikan. Sedangkan ketika tempat duduk berbentuk tapal kuda, dengan posisi guru berada di tengah perhatiansemua siswa terpusat pada guru dan mereka sangat aktif dan antusias mengikuti pelajaran matematika. Mereka juga lebih menyukai posisi tempat duduk yang berbentuk tapal kuda. Respon guru kelas terhadap kegiatan pembelajaran yang diadakan oleh praktikan yaitu merespon cukup baik, menurut guru kelas V pembelajarannya sudah cukup bagus dan menarik, siswanya juga terlihat aktif. Sedangkan, respon praktikan terhadap pemblajaran matematika di kelas V yaitu pratikan sangat senang mngajar matematika di kelas V SD Negeri madusari 03, siswanya aktif, kreatif dan antusias dalam mengikuti pelajaran. B. PENGALAMAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENGELOLAAN KELAS Praktikan mengajar di kelas V. Jenis pendekatan yang dipakai yaitu pendekatan elektik yaitu pendekatan dengan cara menggabungkan semua aspek terbaik dari berbagai pendekatan manajemen kelas untuk menciptakan suatu kebulatan atau kesluruhan yang bermakna, yang scara filosofis, teoritis dan atau psikologis dinilai benar, yang bagi guru merupakan sumber pemilihan perilaku pngelolaan tertentu yang sesuai dengan situasi. Jenis kegiatan yang dilaksanakan di kelas yaitu: 1. Mengatur tempat duduk siswa 2. Memperkenalkan diri 3. Mengecek kehadiran siswa 4. Mengadakan apprsepsi 5. Menyampaikan materi pembelajaran 6. Penggunaan berbagai macam media dan alat pembelajaran 7. Mengadakan tanya jawab dengan siswa 8. Pendistribusian alat dan bahan 9. Memberikan tugas 10. Mngumpulkan hasil pekrjaan siswa, menilai dan memriksa hasil pekerjaan tersebut. Kelebihan dari penggunaan pendekatan elektik yaitu guru dapat menerapkan berbagai macam pendekatan yang sesuai dengan keadaan kelas. Misalnya, ketika guru sedang menerangkan kemudian ada yang mengobrol maka, guru menerapkan pendekatan otoriter yaitu guru memberikan teguran ramah kepada siswa tersebut. Kemudian, ketika siswa ditugaskan untuk mengerjakan tugas, guru menerapkan pendekatan permisif dimana guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengerjakan soal tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jadi, di sini guru menggabungkan beberapa kelebihan dari berbagai macam pendekatan. Kelemahan dari pendekatan elektik yaitu guru harus benar-benar mampu memilih strategi manajemen kelas yang tepat sesuai dengan hasil analisis teerhadap kelas yang dihadapinya. Sehingga apabila dalam mnganalisisnya tidak tepat akan menyebabkan pemilihan strategi manajemen kelas yang tidak tepat juga. C. PENGALAMAN MENANGANI MASALAH KELAS Jenis maasalah anak yang ada di kelas V ketika praktikan mengajar yaitu adanya siswa yang suka menarik prhatian orang lain. Siswa ini banyak mengobrol dan mnengganggu siswa lain ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hal ini diseebabkan karena adanya kegagalan dalam menemukan kedudukan dirinya secara wajar dalam susana hubungan sosial yang saling menerima, sehingga bersifat selalu ingin mendapatkan peerhatian dari orang lain. Upaya untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan mengadakan teguran ramah, kemudian memberikan nasihat dan motivasi untuk lebih serius dalam blajar. Praktikan juga memberikan tugas khusus yaitu dengan meenugaskan siswa terseebut mengerjakan latihan soal di papan tulis. Selain itu, praktikan mencoba menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan dngan menggunakan media dan permainan. Seperti, praktikan mengadakan lomba kecepatan dan ketepatan memasangkan bangun datar pada bingkainya. Siswa yang mencari perhatian tersebut shingga perhatiannya terfokus dan tidak lagi menggangnu siswa lain. Hasil akhirnya yaitu terjadi prubahan prilaku pada siswa. Siswa tersebut bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik, perhatiannya terfokus pada pembelajaran dan tidak lagi terus menerus mengobrol atau menggangu siswa lain. BAB IV KSIMPULAN DAN REKOMENDASI A. KESIMPULAN Pengelolaan adalah proses untuk memberdayakan sumber daya baik sumber daya manusia (human elemen) maupun sumber daya material (material elemen). Pengeelolaan kurikulum, peengelolaan ketenagaan, pngelolaan keuangan, pengelolaan sarana dan pra sarana serta pengelolaan layanan pendidikan yang ada di SD Neegri Madusari 03 sudah cukup baik. Sarana dan prasarana yang dimiliki juga sudah cukup lengkap. Pengelolaan kelas yang dilaksanakan di kelas I dan V sudah baik. Perabotan kelas yang harus ada menurut depdiknas juga semuanya sudah lengkap. Walaupun ada beberapa masalah di kelas, permasalahan di kelas seperti siswa yang mengobrol atau pun yang suka mencari prahatian guru dapat menyelesaikannya. Pembinaan disiplin kelasnya juga sudah baik, sehingga siswanya disiplin. Pengalaman mengajar di kelas sangat menyenangkan. Siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan guru kelasnya pun cukup puas. Pendekatan pengelolaan yang digunakan yaitu pendekatan elektik. Dalam kegiatan pembelajaran ada sedikit masalah yaitu adanya anak yang suka mencari perhatian. Tetapi permasalahan tersebut dapat diselesaikan oleh praktikan. B. REKOMENDASI Sarana dan prasarana yang ada di SD Negeri Madusari 03 sudah lengkap. Media atau alat bantu pembelajaran juga sudah cukup banyak, walaupun masih belum lengkap semuanya. Sekolah hendaknya lebih mengefektivkan penggunaan saran dan prasarana yang sudah ada, seperti musola dan lapangan takraw. Dalam kegiatan pembelajaran hendaknya guru harus dapat memanfaatkan berbagai media yang sudah ada, agar pembelajaran dapat lebih aktif dan menyenangkan. DAFTAR PUSTAKA - Haryanto.(2004). Sains. Jakarta: Erlangga. - Khafid,M.(2006).Buku Matematika Untuk SD Kelas V.. Jakarta : Erlangga. - Rukmana,Ade.(2006).Pengelolaan Kelas.Bandung : UPI Press. - Tim Dosen PK.(2009).Pengelolaan Kelas.Tasikmalaya : UPI Kampus Tasikmalaya. - Tim Dosen MKKP.(2008).Pengelolaan pendidikan.Tasikmalaya: UPI Kampus Tasikmalaya.

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1876933177057504259#editor/target=post;postID=5371994158039169114
close

DMC