CONTOH MAKALAH METODOLOGI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi Rahman dan RahimNya kepada kita. Sholawat dan salam semoga tetap terlimpah curah kepada Nabi Besar Muhammad SAW, Keluarganya, sahabatnya, serta kepada yang taat dan patuh kepadanya hingga akhir zaman.

Alhamdulillah diskusi kelompok dua tentang Ruang Lingkup Metodologi pembelajaran Agama Islam, kegunaan metodologi pembelajaran agama islam dan memahami konsep belajar telah terlaksana pada hari Sabtu, tanggal 08 November 2008, maka dari itu kami menyusun hasil diskusi tersebut sebagai laporan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi pembelajaran Agam Islam (MPAI).

Kekurangan dan kesalahan dalam menyusun kalimat ataupun dalam penyajiannya pasti tampak pada laporan diskusi ini. Oleh karena itu kami membuka pintu saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan ke depan laporan kami.

Akhirnya semoga Laporan Diskusi ini memenuhi syarat untuk tugas mata kuliah MPAI.

Tasikmalaya, November 2008


Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Ruang Lingkup Metodologi Pengajaran Agama Islam adalah suatu sistem yang harus digunakan dalam menyampaikan pelajaran Agama Islam secara kapah. Adapun lingkup pembahasannya adalah seluruh metode yang ada dan digunakan untuk menyampaikan cara mengajar pelajaran Agama kepada seluruh tingkatan sekolah baik dari yang rendah sampai atas, umumnya diterapkan pada 12 pelajaran Agama di MTS, MA, SMP, SMA, SMK. Lebih jelasnya akan dikupas dalam pembahasan .
Selain harus memahami ruang lingkup metodologi pembelajaran agama islam., pendidik PAI juga harus memahami kegunaan metodologi pengajaran agama islam dan memahami beberapa teori belajar. Mengingat ketiga pembahasan tadi adalah suatu bahan yang penting untuk dipelajari dan dipahami maka metode diskusi yang digunakan dalam mata kuliah ini setidaknya akan memberikan kontribusi pemahaman dan brainstorming (curah pendapat) untuk memberikan wacana dan wawasan baru sehingga pengalaman pemikiran pun akan di dapatkan.
Aplikasi dalam metodologi pembelajaran Agama Islam yang menyangkut Ruang lingkup, kegunaan metodologi pembelajaran agama islam dan memahami teori belajar masih sangat minim meskipun secara teori mungkin sudah dapat dimengerti. Maka dari itu diskusi tentang bab ini adalah suatu keharusan untuk lebih meningkatkan kulitas pendidikan.
  1. Rumusan Masalah
Dari hasil Diskusi yang telah dilaksanakan, terdapat dua masalah yang dikemukakan yaitu:
  1. Apa saja konsep dalam mengcover tayangan-tayangan televisi yang di dalamnya di muat iklan-iklan ramalan yang akan berdampak pada keyakinan/ aqidah masyarakatluas, umat islam khususnya?
(Pertanyaan dari Siti Maria kelompok..... NIM: 0501152)
  1. Metode apa yang paling tepat untuk menyampaikan ilmu tafsir?
(Pertanyaan dari Acep Anwar kelompok satu, NIM : 0501111)
  1. Tujuan Penulisan
Penulisan laporan ini bertujuan :
-   Mendokumentasikan hasil diskusi yang diharapkan akan mampu memberi  kontribusi ilmu dan pengetahuan dari hasil curah pendapat.
-   Meningkatkan kualitas calon Guru dalam menggunakan metodologi pembelajaran Agama Islam, mmetode diskusi salah satunya.
-   Memberi kesempatan untuk calon Guru dalam mengemukakan pendapat tentang ilmu dan pengetahuannya tentang pendidikan.
  1. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan laporan diskusi ini dengan cara study buku dan menelaah hasil diskusi.






















BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pembahasan dari kelompok (Penyaji)
a.       Ruang lingkup Metodologi Pembelajaran Agama Islam adalah
1.         Pelajaran Keimanan
Iman berarti percaya. Pengajaran keimanan berarti proses belajar mengajar tentang berbagai aspek kepercayaan. Dalam hal itu tentu saja kepercayaan menurut ajaran Islam.
Jadi ruang lingkup pengajaran keimanan itu meliputi rukun iman yang enam, yaiut: Percaya kepada  Allah SWT, Kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, Kepada hari akhir dan takdir Allah SWT (qada dan qadar).
Suatu hal yang tiak boleh dilupakan oleh guru ialah bahwa pengajaran keimanan itu lebih banyak berhubungan dengan aspek kejiwaan dan perasaan. Nilai pembentukan yang diutamakan dalam belajar ialah keaktifan fungsi jiwa. (pembentukan fungsional). Pengajaran lebih banyak bersifat efektif, murid jangan terlalu dibebani dengan hapalan-hapalan atau hal-hal  yang banyak bersifat pikiran, terutama di sekolah rendah. Yang penting anak belajar menjadi orang beriman, bukan akhli pengetahuan tentang keimanan.
2.         Pelajaran Akhlak
Dalm bahasa Indonesia akhlak diartikan dengan “tingkah laku” atau “budi pekerti”. Pengertian ini belum tepat menurut arti istilah yang umum digunakan oleh para akhli ilmu akhlak.
Pengajaran akhlak berarti tentang pengajaran bentuk batin seseorang yang kelihatan pada tindak tunduknya.
Sasaran pengajaran akhlak adalah keadaan jiwa, temapt berkumpul segala rasa, pusat yang melahirkan berbagai karsa, dari sana kepribadian terwujud.
3.         Pelajaran Ibadat
Dalam bahasa  Indonesia, kata ibadat itu sudah digunakan orang, bila disebut ibadat orang sudah mengerti, isinya kata itu berasal dari bahasa Arab yang berarti penyembahan.
Dalam pelaksanaan pengajaran ini, materi yang akan diajarkan sudah terurai dalam GBPP, disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan tingkatan sekolah siswa.
4.         Pelajaran Fiqih
5.         Pelajaran Ushul Fiqih
6.         Pelajaran Qiroat Qur’an
7.         Pelajaran Tafsir
8.         Pelajaran Ilmu Tafsir
9.         Pelajaran Hadis
10.     Pelajaran Ilmu Hadis
11.     Pelajaran Tarikh Islam
12.     Pelajaran Tarikh Tasyri
b.      Kegunaan Metodologi Pembelajaran Agama Islam
Kegunaan mempelajarai Metodologi Pengajaran Agama Islam supaya calaon didik dan calon pengajar mengetahui dan memiliki pengetahuan tentang cara-cara strategi dalam menyampaikan pengajaran agama Islam kepada para siswanya baik di lingkungan Pra sekolah, di Sekolah dasar, Perguruan Tinggi.
Dasar-dasar Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam
Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Indonesia mempunyai dasar-dasar yang cukup kuat, dasar tersebut dapat ditinjau dari segi:
1.    Yuridis atau Hukum
2.    Religius
3.    Sosial Psychologi
c.       Memaham Beberapa Teori Belajar
1.      Teori Belajar Thorndike
Thorndike memandang belajar sebagai suatu usaha memcahkan problem, berdasarkan eksperimen yang dilakukannya ia memperoleh tiga buah hukum dalam belajar, yaitu law of effect, law exercise dan law of rediness (Ametembun, 1973: 17-18).
Law of effect menyatakan bahwa tercapainya keadaan yang memuaskan akan memperkuat hubungan  antara stimulus (S) dan respon (R). Law of exercise menyatakan bahwa respon terhadap stimus dapat diperkuat dengan seringnya respon itu dipergunakan. Law of radines mengajarkan bahwa dalam memberikan respon subjek harus siap dan disiplin.
2.      Teori Belajar dari BF Skinner (1904)
Sesungguhnya tidak ada perbedaan mendasar antara teori belajar dari thorndike maupun dengan teori belajar Clarc L. Hull. Konsep kunci dalam tiga teoi dari tiga tokoh terletak pada pentingnya motivasi dalam belajar, motivasi perlu untuk memperkuat hubungan antara stimulus da respon. Belajar adalah suatu mekanisme stimulus respons. Yang berbeda adalah teknik-teknik yang mereka kembangkan untuk memperkuat hubungan SR.
3.      Teori Belajar dari Pavloov
Pavlov mengatakan bahwa hukum pertukaran asosiatif adalah integrasi bagian-bagian gejala yang bersyarat, ia dapat dikatakan bahwa tiap-tiap tanggapan organisme akan membuat perangsang yang sensitif baginya.
4.      Teori Belajar dari Gestal disebut juga Teori Pengenalan (Cognitive Theory)
Teori Gestal atau teori pengenalan belajar, mula-mula dikembangkan Mak Wetheimer pada tahun 1912, ia hidup tahun 1880-1943. Penyelidikan ditujukan kepada persepsi kesadaran atas objek luar yang berintegrasi di dalam gerak.
Menurut ajaran gestal, ada tiga kondisi penting untuk menjadikan ini efisien:
a.    Pengertian
b.    Tujuan
c.    Struktur
Pengertian adalah sesuatu yang dapat didefinisikan, sehingga memahami dan mengerti apa yang akan disampaikan. Tujuan adalah suatu akhir yang hendak dicapai seseorang. Apabila seseorang mengetahui tujuan yang akan dicapainya, ia akan berusaha mencapai tujuan itu dan menyesuaikan tingkah lakunya dengan cara itu. Struktur adalh organisasi bathin atau logikanya.

  1. Pembahasan hasil Diskusi
1.
2. Metode apa yang paling tepat dan cocok untuk menyampaikan ilmu tafsir?
(Pertanyaan dari Acep Anwar kelompok satu, NIM : 0501111)
Jawaban:
Oleh. Dini Amarillah Fajrin, Kelompok 2, NIM 0501127
Tafsir adalah pelajaran yang tidak mudah. Namun disini kita batasi untuk mata pelajaran yang ada unsur tafsirnya, atau yang lebih spesifikasi dalam lingkup sekolah menengah yaitu Quran Hadits. Metode yang bisa digunakan adalah metode Variasi. Cocok tidak cocok, yang jelas semua metode ada kekurangan dan kelebihan.
Oleh. Bahrul Ulum, Kelompok 2, NIM............
Salah satu metodenya adalah mengetahui sejarah, faham lisanul arab, faham ilmu alat, balaghah, dll. Supaya mampu mempelajari tafsir dengan baik.
Tambahan dari S. Nurmillah, kelompok ... NIM ......
Metode harus disesuaikan dengan materi pembelajaran.
Komentar dari Irwan, kelompok ..... NIM. .....
Komentar saya jika dalam kapasitas kita metode yang digunakan untuk mempelajari tafsir seperti yang disebutkan oleh saudara Bahrul Ulum terlalu jauh sekali. Jadi menurut saya setuju dengan jawaban pertama tentang metode variasi.
Tambahan dari Ana Suryana (Dosen Mata kulaiah MPAI)
Kita fahami dulu apa itu metode yaitu cara. Dan bedakan antara mempelajari tafsir dan cara menafsirkan. Kalau menafsirkan jelas kita bisa bergantung pada Abu Ahmadi tentang 12 pan ilmu. Kalau mempelajari tafsir bisa dari banyak buku-buku hasil karangan dari para mufassirin yang sudah banyak. Metode apapun tidak ada yang istimewa. Jadi gunakan saja metode yang sudah anda ketahui dengan kekurangan dan kelebihannya.








BAB III
KESIMPULAN

  1. Memahami ruang lingkup pengajaran Pendidikan Agama Islam dan memahami kurikulum yang sudah terkonsep dalam setiap ruang lingkup PAI.
  2. Memahami kegunaan metodologi PAI yang digunakan untuk mengaplikasikan ruang lingkup PAI sehingga adanya kesinambungan antara teori dan praktek.
  3. Memahami beberapa teori belajar untuk memperkaya aplikasi pengajar PAI khususnya, di lapangan. Diantara teori belajar adalah :
-          Teori Belajar Thorndike
-          Teori Belajar BF Skinner
-          Teori Belajar Pavlov
-          Teori Belajar Gestal


  1. Menerapkan pengajaran PAI khususnya keimanan sejak dini sebagai fondasi dan kontrolling masa mendatang.
  2. Metode pengajaran PAI tidak ada yang paripurna. Semua ada kekurangan dan kelebihannya. Metode variasi adalah metode yang setidaknya membantu dalam pengajaran PAI karena bervariasinya pula situasi dan kondisi di lapangan dan mengantisifasi kejenuhan.
  3. Menyesuaikan metode pengajaran dengan materi yang akan kita sampaikan, yang telah disiapkan dalam RPP supaya mampu mencapai kompetensi guru yaiti Pedagogi, profesionalisme, kepribadian dan sosial.

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1876933177057504259#editor/target=post;postID=5371994158039169114
close

DMC