CONTOH MAKALAH KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN| fakultas pendidikan|

BAB I 
PENDAHALUAN 

 1.1 Latar Belakang Penguatan adalah respons terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali perilaku itu. Teknik pemberian penguatan dalam kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal. Penguatan verbal merupakan penghargaan yang dinyatakan dengan lisan, sedangkan penguatan nonverbal dinyatakan dengan mimik, gerak 
tubuh, pemberian sesuatu, dan lain-lainnya. Dalam rangka pengelolaan kelas, dikenal dengan penguatan negatif. Penguatan positif bertujuan untuk mempertahankan dan memelihara perilaku positif, sedangkan penguatan negatif merupakan penguatan perilaku dengan cara menghantikan atau menghapus rangsangan yang tidak menyenangkan. 
 1.2 Rumusan Masalah
 • Apa yang dimaksud dengan keterampilan memberi penguatan ?
 • Motivasi apa saja yang dapat diberikan untuk meterampilan memberi penguatan ? 
 • Bagaimana komponen-komponen dengan memberikan penguatan ? 
 1.3 Tujuan
 • Tujuan yang jelas akan mengakibatkan rasa kebutuhan terhadap keterampilan memberikan penguatan
. • Keterampilan penguatan merupakan keterampilan yang dapat memberikan banyak manfaat terhadap hasil pembalajaran. 
 1.4 Manfaat Manfaat penguatan bagi siswa untuk meningkatnya perhatian dalam belajar, membangkitkan dan memelihara perilaku, menumbuhkan rasa percaya diri, dan memelihara iklim belajar yang kondusif. 

 BAB II
 PEMBAHASAN 

 2.1 Keterampilan Memberi Penguatan 
 Penguatan adalah suatu respon terhadap suatu tingkah laku dan penampilan siswa. 
Penguatan adalah suatu respon terhadap suatu tingkah laku siswa yang dapat menimbulkan kemungkinan berulangnya tingkah laku tersebut. Komponen-komponen dalam keterampilan memberi penguatan adalah:
 a. Penguatan verbal; penguatan ini dapat dinyatakan dalam 2 bentuk yaitu kata atau kalimat.
 b. Penguatan nonverbal; bisa berupa mimik atau gerakan badan, mendekati, memberi sentuhan atau memberi kegiatan yang menyenangkan, berupa simbol atau benda maupun penguatan tak penuhh seperti “yah, jawabanmu sudah baik tetapi masih perlu disempurnakan”.

 2.2 Keterampilan mengadakan variasi 
 Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksud sebagai proses perubahan dalam pengajaran yang dikelompokan dalam tiga kelompok; variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam menggunakan alat dan mendia pembelajaran dan variasi dalam pola interaksi dalam kelas. Komponennya adalah: a. Variasi dalam Gaya Mengajar: 
1. Penggunaan variasi suara 
2. Pemusatan perhatian 
 3. Kesenyapan 
 4. Mengadakan kontak pandangan
 5. Gerakan badan dan mimik 
 6. Penggantian posisi guru dalam kelas
 b. Penggunaan Media dan Bahan Pelajaran 
 1. Variasi alat/bahan yang dapat dilihat 
 2. Variasi alat yang dapat didengar
 3. Variasi alat yang dapat diraba dan dimanipulasi 
 c. Variasi Pola Interaksi dan Kegiatan 

 2.3 Keterampilan Menjelaskan 
 Menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik yang bertujuan untuk menunjukan hubungan, antara sebab akibat, yang diketahui dan yang belum diketahui. Komponen-komponen keterampilan menjelaskan 
 a. Merencanakan:
 1. Isi pesan (materi)
 2. Penerima pesan (siswa)
 b. Meyajikan suatu penjelasan
 1. Kejelasan 
 2. Penggunaan contoh dan ilustrasi 
 3. Pemberian tekanan 
 4. Balikan 
 2.4 Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran 
 Yang dimaksud dengan keterampilan membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan situasi siap mental dan menimbulkan siswa agar terpusat perhatian pada apa yang dipelajari. 
 Yang dimaksud dengan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang tentang apa yang telah dipalajari siswa. 
 a. Komponen membuka:
 1. Menarik perhatian siswa 
 2. Menimbulkan motivasi 
 3. Memberi acuan
 4. Membuat kaitan
 b. Komponen menutup 
 1. Meninjau kembali 
 2. Mengevaluasi 

 2.5 Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil
 Diskusi kelompok adalah merupakan salah satu strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau atau memecahkan suatu masalah melalui suatu proses yang memberi kesempatan berfikir, berinterkasi sosial serta berlatih bersikap positif. Komponen keterampilan:
 a. Memusatkan perhatian
 b. Memperjelas masalah atau urunan pendapat 
 c. Menganalisa 
 d. Meningkatkan urunan siswa 
 e. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi 
 f. Menutup diskusi

 2.6 Keterampilan Mengelola Kelas 
 Mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan keterampilan untuk mengembalikan pada kondisi belajar yang optimal.
 a. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal meliputi: 
 1. Menunjukan sikap tanggap
 2. Membagi perhatian 
 3. Memusatkan perhatian kelompok 
 4. Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas 
5. Menegur 
 6. Memberi penguatan 
 b. Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal meliputi:
 1. Modifikasi tingkah laku 
 2. Pengelolaan kelompok
 3. Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah 

 2.7 Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan Terjadinya hubungan interpersonal yang sehat dan akrab dapat terjadi antara guru-siswa, maupun antara siswa dan siswa, baik dalam kelompok kecil maupun perorangan. Komponen keterampilan: 
 1. Keterampilan untuk mengadakan pendakatan secara pribadi 
2. Keterampilan mengorganisasikan 
 3. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar siswa
 4. Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. 

 2.8 Keterapilan Memberikan Penguatan 
 Keterempilan memberikan penguatan merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh guru karena penguatan yang diberikan kepada siswa akan membangkitkan semangat murid dalam melakukan kegiatan pembalajaran, semangat sisw ayang tinggi akan meningkatkan daya tangkap ilmu sehingga nantinya tujuan yang ingin dicapai oleh guru dapat diraih dengan baik. Keterampilan memberikan penguatan sangat dekat dengan motivasi, sehingga diawal ini akan akan dipaparkan mengenai motivasi dan mengapa begitu pentingnya motivasi dalam belajar 
a. Motivasi Penguatan sangat terkait salah satunya dengan motivasi siswa, seorang guru harus mampu meningkatkan motivasi siswa agar ia mau belajar. Secara garis besar terdapat dua motivasi yaitu: 
 1. Motivasi instrinsik Motivasi instrinsik adalah dorongan untuk mencapai tujuan-tujuan yang terletak di dalam perbuatan belajar tanpa adanya paksaan dari orang lain, tetapi atas kemauan diri sendiri. Contohnya siswa yang belajar karena ingin meningkatkan harga diri keluarganya dimata orang lain.
 2. Motivasi ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah dorongan-dorongan untuk mencapai tujuan yang terletak di luar perbuatan belajar, motivasi ini terjadi akibat adanya ajakan, suruhan, atau bahkan paksaabn dari pihak lain. Pada motivasi ekstrinsik guru dapat melakukan beberapa hal yakni:
 a. Kompetisi (persiangan): guru membuat suatu persaingan di antara siswa sehingga muncul suatu dorongan dari dalam siswa untuk menjadi lebih baik
 b. Pace making (membuat tujuan sementara atau dekat): guru memberitahukan tujuan mengenai apa yang akan dipelajari 
c. tujuan yang jelas: adanya tujuan yang jelas akan membangkitkan rasa kebutuhan terhadap ilmu tersebut, hal ini terjadi akibat siswa tersebut menyadari bahwa ilmu yang akan dipelajarinya tidak akan sia-sia 
d. Kesempurnaan untuk sukses: keberhasilan dalam mencapai sesuatu yang diperjuangkan akan membangkitkan semangan dalam diri untuk melakukan hal yang lebih, hal ini berlaku juga pada murid. Murid yang merasakan kebahagiaan kesuksesan akan lebih termotivasi untuk lebih giat dalam melakukan pembalajaran, kesuksesan ini tidak lepas dari pemberian kesempatan oleh guru kepada murid untuk memperjuangakan apa yang ingin dicapai oleh murid, tentu saja hal ini tidak meninggalkan bimbingan guru. Tetapi guru juga harus mampu membangkitkan motiasi siswa ketika terjadi kegagalan 
e. minat yang besar: mitof akan timbul jika individu memiliki minat yang besar
 f. mengadakan penilaian atau tes: pada umumnya semua siswa mau belajar jika diberikan suatu nilai. Nilai yang baik merupakan nilai yang diinginkan oleh siswa, bila diinginkan siswa maka semangan belajar akan timbul karena menyedari bahwa dengan bekerja keras maka nilai yang baik tersebut akan diperoleh
 g. memberikan pujian atau sanjungan terhadap siswa. Pemaparan diatas merupakan pemaparan terhadap motivasi yang berkaitan dengan keterampilan penguatan, di bawah ini akan dipaparkan mengenai keterampilan penguatan secara lebih mendalam.
 1. Keteramapilan Penguatan Penguatan atau reinforcement adalah respons terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut atau pengertian lain penguatan adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal maupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi si penerima (siswa) atas perbuatannya sebagai suatu dorongan ataupun koreksi. 2. Tujuan Keterampilan Penguatan Keterampilan penguatan merupakan keterampilan yang dapat memberikan banyak manfaat terhadap hasil pembelajaran. Untuk tujuan pembelajaran yaitu:
 a. Meningkatkan perhatian siswa terhadap pembelajaran Adakalanya siswa mengalami sedikit penurunan perhatian terhadap pelajaran yang bisa saja diakibatkan oleh waktu dalam proses belajar yang berakibat pada kebosanan. Dengan keterampilan ini maka kebosanan tersebut akan hilang dikarenakan meningkatnya perhatian yang diberikan siswa terhadap belajar.
 b. Merangsang dan meningkatkan motivasi
 c. Meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku sisw yang produktif Ketika motivasi dan perhatian dalam belajar mengalami peningkatan maka secara langsung kegiatan belajar yang terjadi akan meningkat.
 d. Keterampilan mengajar juga akan memudahkan siswa belajar 
 3. Komponen-komponen keterampilan memberikan penguatan Keterampilan memberi penguatan terdiri dari beberapa komponen. Komponen tersebut terdiri dari: 
 a. Penguatan verbal Komentar yang berupa ungkapan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan, dukungan dan lain-lain.
 1. Kata-kata seperti baik, bagus, bagus sekali, tepat.
 2. Kalimat, kamu mengerjakannya dengan baik sekali serta rapi. 
3. Ayo kamu pasti bisa mengerjakan soal ini.
 4. Pendapat yang bagus!
 b. Penguatan nonverbal 
1. Penguatan berupa mimik dan gerak badan. Penguatan yang berupa mimik dan gerak badan, seperti anggukan, senyuman, acungan jempol atau tepuk tangan, gelengan kepala, wajah cerah, serta sorotan mata yang sejuk bersahabat dan biasanya disertai dengan penguatan verbal, misalnya guru menepuk-nepuk pundak dan disertai dengan ungkapan bapak bangga pada mu. Tidak selamanya penguatan jenis ini dilakukan bersama-sama, penguatan nonverbal tanpa penguatan verbal tetap akan memberikan nilai penguatan kepada siswa.
 2. Penguatan dengan cara mendekati Dalam penguatan ini guru mendekati siswa dalam rangka memberikan perhatian dan kesenangannya terhadap pelajaran, tingkah laku, atau penampilan siswa. Misalnya guru berdiri di samping murid, berjalan menuju siswa, duduk dekat dengan seseorang atau sekelompok siswa, atau berjalan di sisi siswa. Penguatan ini biasanya memperkuat penguatan verbal, hal ini terjadi karena diperkuatnya kehangatan dan keantusiasan oleh guru dengan mendatangi siswa. 
 3. Penguatan dengan sentuhan (contact) Penghargaan kepada siswa dapat dilakukan dengan sentuhan, guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap usaha dan penampilan siswa dengan cara menepuk-nepuk bahu atau pundak siswa, berjabat tangan, mengangkat tangan siswa yang menang dalam pertandingan. Hal yang harus diperhatikan yaitu penguatan ini harus disesuaikan dengan umur, jenis kelamin serta adat istiadat di tempat tersebut. Contohnya jika di suatu pesantren tidak mungkin untuk memberikan sentuhan kepada jenis kelamin yang berbeda. 
 4. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan siswa Kegiatan yang menyenangkan siswa dapat bermakna menjadi suatu penguatan manakala siswa yang menerimanya menyikapi sebagai sebuah kehormatan dan atau kepercayaan yang diberikan kepadanya. Terhadap siswa yang memiliki prestasi di bidang musik diberi kepercayaan untuk memimpin paduan suara di sekolahnya, atau siswa yang memiliki karya ilmiah yang baik diberi kesempatan untuk memamerkan hasil karyanya di ruang guru.
 5. Penguatan dengan simbol atau benda Simbol tampaknya mempunyai arti penting di hadapan para siswa. Simbol dapat berupa bintang, lencana, piagam, tanda penghargaan. Benda bisa berupa alat-alat tulis, tas, bahkan baju seragam sekolah. Benda-benda tersebtu tidak mesti mahal namun diusahakan memiliki arti simbolis yang dalam, bahkan komentar secara tertulis atas hasil pekerjaan siswa juga dapat berfungsi sebagai penguatan. Penguatan ini sebalikya tidak terlampau digunakan, terutama yang berwujud benda, agar maknanya tidak hilang atau tidak menjadi kebiasaan bahwa siswa mengharapkan imbalan dari penampilannya.
 6. Penguatan tidak penuh Pada penguatan ini siswa yang salah tidak langsung disalahkan secara kasar tetapi dengan memberikan penguatan tetapi tidak penuh, misalnya “yang kamu sudah kerjakan sudah sesuai dengan caranya tetapi sebaiknya kamu lebih teliti dengan nilai sin di kuadran 3”. 
Kemudian, diminta siswa lain untuk menyempurnakan atau menambah sehingga siswa tadi mengetahui bahwa jawabannya tidak seluruhnya benar, namun juga tidak salah. 
 4. Prinsip-prinsip penggunaan penguatan a. Kehangantan dan keantusiasan Sikap hangat dan antusias dalam memberikan penguatan akan mendorong siswa untuk mengulang atau meningkatkan perilaku positif yang telah dilakukan. 
Kehangatan ini akan tampak pada sikap dan gaya guru seperti suara, mimik dan gerak badan, sikap hangat dan antusian akan memberikan penguatan yang lebih efektif. 
Dengan sikap ini maka tidak terjadi kesan bahwa guru tidak ikhlas dalam memberikan penguatan karena tidak disertai kehangantan dan keantusiasan. 
 b. Kebermaknaan Penguatan hendaknya diberikan dengan tingkah laku dan penampilan siswa sehingga ia mengerti bahwa dirinya patut diberi penguatan sesuai dengan perilaku atau penampilannya. Dengan demikian maka kebermaknaan tersebut dirasakan oleh siswa. Bila penguatan yang diberikan ditanggapi sebaliknya, siswa merasa dia tidak berhak mendapat penguatan karena tingkah lakunnya maka ia akan berpikir bahwa penguatan yang diberikan dianggapnya berolok-olok.
 c. Menghindari penggunaan respons yang negatif Siswa yang melakukan kesalahan memang sepatutnya diberikan hukuman yang mendidik tetapi guru harus menghindari dari menggunakan kata-kata kasar, bercanda menghina, ejekan kasar yang dapat membuat semangat murid menjadi patah sehingga ia merasa putus asa dan ia menganggap dirinya tidak berguna. 5. 
Cara menggunakan Keterampilan Penguatan Dalam pelaksanaan keterampilan mengajar dengan penguatan, guru hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut ini: 
 a. Sasaran penguatan Guru harus memperhatikan objek dari penguatan yang ingin diberikan, hal ini untuk memberikan sikap yang tepat dalam memberikan penguatan. 
 1. Penguatan kepada pribadi tertentu Guru yang ingin memberikan penguatan kepada siswa tertentu harus menyebutkan nama dari siswa tersebut, hal ini agar tidak terjadi ketidakjelasan tujuan penguatan dan hal ini akan membuat penguatan menjadi tidak efektif karena siswa akan bingung.
 2. Penguatan kepada kelompok siswa
 b. Pemberian penguatan dengan segera Penguatan hendaknya diberikan ketika siswa melakukan pekerjaan, jadi tidak terjadi keterlambatan dalam memberikan penguatan, keterlambatan akan membuat penguatan menjadi tidak efektif dan akan kehilangan rasa yang lebih. 
 c. Variasi penggunaan penguatan Dalam melakukan penguatan guru harus mampu melakukan variasi dan jangan melakukan penguatan yang sama berulang kali, karena hal ini akan membuat murid menjadi bosan dan bisa menjadi bahan ejekan oleh siswa. Penggunaan variasi akan membuat penguatan lebih efektif dan pencapaian yang diinginkan guru mampu terwujud.
 6. Komponen dan prinsip-prinsip keterampilan memberi penguatan Teknik memberikan penguatan dalam kegiatan pembelajaran terdiri dari penguatan verbal dan penguatan nonverbal. 
Penguatan verbal adalah pemberian penguatan yang terdiri dari pemberian pujian yang dinyatakan dengan pengucapan kata atau kalimat, sedangkan penguatan nonverbal dinyatakan dengan bahasa tubuh (body language).
 Penggunaan kedua bentuk penguatan itu dimaksudkan untuk mendorong siswa agar mau belajar lebih giat lagi dan lebih bermakna. 
Penggunaan penguatan dalam kaitannya dengan kegiatan pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan iklim kelas yang kondusif sehingga siswa dapat belajar secara optimal. Penguatan dengan maksud seperti itu terdiri dari penguatan positif dan penguatan negatif. 
Penguatan positif berupa pemberian ganjaran untuk merespon perilaku siswa yang sesuai dengan harapa guru sehingga ia tetap merasa senang mengikuti pelajaran di kelas. Penguatan negatif berupa penghentian keadaan yang kurang menyenangkan sehingga siswa merasa terbebas dari keadaan seperti itu. 
 Agar memberi pengaruh yang efektif, semua bentuk penguatan harus diberikan dengan memperhatikan siapa sasarannya bagaimana teknik pelaksanaanya.
 Disamping itu juga perlu diingat bahwa penguatan harus diberikan dengan hangat dan penuh semangat, harus bermakna bagi siswa, dan jangan menggunakan kata-kata yang tidak pada tempatnya. Dalam memberikan penguatan harus diperhatikan prinsip-prinsip berikut:
 a. Kehangatan dan keantusiasan 
 b. Kebermaknaan
 c. Hindari respon negatif 
 d. Penguatan harus bervariasi
 e. Sasaran pengutan harus jelas 
f. Penguatan

 BAB III
 KESIMPULAN 

 Keterampilan memberi penguatan merupakan keterampilan yang dapat memberikan banyak manfaat terhadap hasil pembelajaran. Dalam melakukan penguatan guru harus mampu melakukan berbagai macam variasi, dimaksudkan untuk menciptakan kelas yang kondusif sehingga siswa dapat belajar secara optimal.

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1876933177057504259#editor/target=post;postID=5371994158039169114
close

DMC