Contoh Makalah Inovasi Pendidikan | Pengertian Kurikulum Berbasis Masyarakat | Karakteristik Kurikulum Berbasis Masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN


I.1. Latar belakang
Setiap anak didik mempunyai bakat yang beragam, serta mempunyai potensi yang berbeda. Dengan keberagaman bakat dan macam-macam potensi yang dimiliki oleh anak didik tentunya ada beberapa hal dan strategi yangbharus dimiliki pendidik untuk menggali dan mengembangkan bakat anak didik.
Oleh karena itu, penulis melakukan observasi untuk mengetahui secara dalam tentang bakat dan potensi yang dimiliki anak didik, khususnya di SDN Petakon. Bagaimana cara yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan bakat dan potensi anak didik, serta untuk mengetahui apakah ada timbal balik bagi masyarakat atau tidak.

I.2. Rumusan Masalah
-       Apa saja Life Skill yang dikembangkan di SDN Petakon
-       Bagaimana strategi yang dilakukan guru dalam mengembangkan Life Skill tersebut.
-       bagaimana respon siswa terhadap Life Skill tersebut.

I.3. Tujuan
-       Untuk mengetahui apa saja Life Skill yang dikembangkan di SDN Petakan.
-       Untuk mengetahui apa strategi yang dilakukan guru dalam mengembangkan Life Skill tersebut.
-       Untuk mengetahui respon siswa terhadap Life Skill yang dikembangkan.



BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Pengertian Kurikulum Berbasis Masyarakat
Kurikulum berbasis masyarakat yang bahan dan obyek kajiannya kebijakan dan ketetapan yang dilakukan didaerah, disesuaikan dengan kondisi lingkungan alam, sosial, ekonomi, budaya dan disesuaikandengan kebutuhan pembangunan daerahyang perlu dipelajari oleh siswa didaerah tersebut. Bagi siswa berguna untuk memberikan kemungkinan dan kebiasaan untuk akrab dengan lingkungan dimana mereka tinggal.
Tujuan kurikulum tersebut adalah
a.       Memperkenalkan siswa terhadap lingkungannya, ikut melestarikan budaya   termasuk kerajinan, keterampilan yang nilai ekonominya tinggi didaerah tersebut.
b.       Membekali siswa kemampuan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup mereka dimasyarakat, seandainya mereka tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
c.       Membekali siswa agar bisa hidup mandiri, serta dapat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kurikulum berbasis masyarakat memiliki berberapa keunggulan / kelebihan antara lain :
·   Pertama, Kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan pengembangan masyarakat setempat.
·   Kedua, Kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemampuan sekolah, baik kemampuan finansial, profesional, maupun manajerial.
·   Ketiga, Disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya.
·   Keempat, Ada motivasi kepada sekolah khusus kepala sekolah dan guru kelas dalam mengembangkan diri, mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya, dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum.

Dalam dalam perspektif  nasional, pengembangan kurikulum nasioanal ada kecenderungan saat ini adanya pergeseran dari kurikulum yang memiliki ciri “contend or topik based” ke kurikulum yang bercirikan “outcome or competence based”, seperti direfleksikan pada Kurikulum Berbasis Kompetensi.
Secara filosofis, pendidikan merupakan kebutuhan dan hak setiap manusia dalam mempersiapkan kehidupannya yang lebih baik dimasa mendatang. Dengan demikian pendidikan bertujuan untuk mengembangkan kepribadian, sikap dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dan pendidikan lebih lanjut. Secara nasional, perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara merupakan hal-hal yang harus segera ditangapi dalam menyikapi penyelenggaraan pendidikan dasar.
Ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan dalam kajian pengembangan  dan implementasi pendidikan dasar ditanah air.
·   Pertama, dengan diluncurkannya beberapa peraturan perundang-undangan termasuk RUU tentang sistem pendidikan Nasional, membawa implikasi terhadap paradigma pendidikan nasional termasuk didalamnya layanan pendidikan dasar.
·   Kedua, dengan perkembangan dan perubahan global dalam berbagai asfek kehidupan yang begitu cepat telah menjadi tantangan nasional dan menuntut perhatian serius dan segera mendapatkan langkah dan program pemecahannya.
·   Ketiga, dengan kondisi masa sekarang dan kecenderungan dimasa yang akan datang perlu dipersiapkan generasi muda termasuk peserta didik yang memiliki kompetensi yang multi dimensional.
2.2.  
Model pengajaran yang berpusat kepada masyarakat adalah suatu bentuk kurikulum yang memadukan antara  sekolah dan masyarakat dengan cara membawa sekolah kedalam masyarakat atau membawa masyarakat kedalam sekolah guna mencapai tujuan  pembelajaran yang telah ditetapkan.
Hamalik (2005) merinci karakteristik kurikulum berbasis pada masyarakat meliputi :

a.      Karakteristik pembelajaran pada kurikulum berbasis masyarakat :
1.       Pembelajaran berorientasi pada masyarakat, dimasyarakat dengan kegiatan belajar bersumber pada buku teks.
2.       Disiplin kelas berdasarkan tanggungjawab bersama bukan berdasarkan paksaan atau kebebasan.
3.       Metode mengajar terutama dititikberatkan  pada pemecahan masalah untuk memenuhi kebutuhan perorangan dan kebutuhan sosial atau kelompok.
4.      Bentuk hubungan atau kerjasama sekolah dan masyarakat adalah mempelajari sumber-sumber masyarakat, menggunakan sumber-sumber tersebut, dan memperbaiki masyarakat tersebut.
5.      Strategi pembelajaran meliputi karyawisata, manusia (nara sumber), survei masyarakat, berkemah, lapangan kerja, pengabdian masyarakat, kuliah kerja nyata, proyek perbaikan masyarakat dan sekolah pusat masyarakat.

b.      Karakteristik materi pembelajaran
Agar pembelajaran dan penyesuaian dengan tuntutan kewilayahan tidak meluas dan melebar, maka perlu diperhatikan kriteria untuk menyeleksi materi yang perlu diajarkan, kriteria tersebut antara lain :
1.      Validitas, telah kebenaran dan kesahihannya
2.      Tingkat kepentingan yang benar-benar diperlukan oleh siswa
3.      Kebermanfaatan, secara akademik dan non akademik sebagai pengembangan kecakapan hidup (life skill), dan mandiri
4.      Layak dipelajari, tingkat kesulitan dan kelayakan bahan ajar dan tuntutan kondisi masyarakat sekitar
5.      Menarik minat, dapat memotivasi siswa untuk mempelajari lebih lanjut dengan menumbuh kembangkan rasa ingin tahu
6.      Alokasi waktu, penentuan alokasi waktu terkait dengan keleluasaan dan kedalaman materi
7.      Sarana dan sumber belajar, dalam arti media atau alat peraga yang berfungsi memberikan kemudahan terjadinya proses pembelajaran.

c.       Keinginan Siswa dan Guru
Kegiatan siswa, mestinya mempertimbangkan pemberian peluang bagi siswa untuk mencari, mengolah dan menemukan sendiri pengetahuan, dibawah bimbingan guru. Juga materi pembelajaran dipilih haruslah yang dapat memberikan  pembekalan kemampuan / kecakapan kepada peserta didik untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai kecakapan hidup atau dapat hidup mandiri dengan menggunakan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang telah dipelajari.
Guru dan kurikulum berbasis pada masyarakat berperan sebagai fasilitator, sumber belajar, pembina, konsultan, sebagai mitra kerja yang memfasilitasi siswa dalam pembelajaran. Sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki karakter, kecakapan, dan keterampilan yang kuat untuk digunakan dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar, serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau  pendidikan lebih lanjut.

d.      Penilaian dalam kurikulum berbasis pada masyarakat
Penilaian merupaka serangkaian kegitan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menaksirkan data tentang proses dannhasil belajara siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinmbungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
·         Pertama, kurikulum bersifat realistis, karena hal-hal yang dipelajari bersumber dari kehidupan yang nyata.
·         Kedua, kurikulum menumbuhkan kerjasama dan integrasi antara sekolah dan masyarakat, karena sekolah masuk dalam masyarakat dan masyarakat masuk kedalam  lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah sebagai barometer kondisi masyarakat.
·         Ketiga, Kurikulum berbasis masyarakat memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk belajar secara aktif  penuh kreatifitas yang telah dianjurkan oleh teori belajar modern. Para siswa merencanakan sendiri, mencari referensi dan sumber informasi sendiri, melakukan kegiatan proyek sendiri dan memecahkan masalah sendiri, baik melalui belajar individual maupun belajar secara kelompok.
·         Keempat, Pembelajaran memberdayakan semua metode dan tehnik pembelajaran secara sistematik dan bervareasi.
·         Kelima, pengembangan kurikulum berbasis masyarakat membantu siswa agar mampu berperan dalam kehidupan sekarang ini. Artinya hal-hal yang telah ada dipelajari sehingga berdayaguna dan berhasil guna untuk menghadapi tantangan yang ada dewasa ini.
·         Keenam, Kurikulum berbasis masyarakat menyediakan sumber-sumber belajar yang berasal dari masyarakat.

2.3. Pengembangan Kurikulum berbasis Masyarakat
Karena pengaruh perkembangan teknologi terjadi perubahan yang cukup drastis dalam segala bidang termasuk pekerjaan. Masyarakat perkotaan berubah cepat dibandingkan masyarakat pedesaan.
Komponen-komponen kurikulum berbasis masyarakat meliputi :
a.       Tujuan dn filsafat pendidikan dan fsikologi belajar
b.      Analisis kebutuhan masyarakat sekitar termasuk kebutuhan siswa
c.       Tujuan kurikulum (TUK dan TKK)
d.      Pengorganisasian  dan implementasi kurikulum
e.       Tujuan pembelajaran (TPU dan TKK)
f.       Strategi pembelajaran mencakup  model-model pembelajaran
g.      Tehnik evaluasi (proses dan produk)
h.      Implementasi strategi pembelajaran
i.        Penilaian dalam pembelajaran, dan
j.        Evaluasi program kurikulum.

BAB III
HASIL OBSERVASI

3.1   Pelajaran yang berhubungan dengan life skill
Seni budaya dan keterampilan adalah pelajaran yang mempelajari tentang segala hal yang berkaitan  dengan kesenian, kebudayaan, dan keterampilan. Meskipun kesenian, kebudayaan, dan keterampialn merupakan pelajaran yang secara umum ada disetiap sekolah, tapi fokus pembelajarannya disesuaikan dengan minat, bakat, dan potensi siswa, serta kebudayaan yang terdapat didalam masyarakat dilingkungan sekolah tersebut.
Bidang seni, budaya, dan ketarampilan yang dikembangkan di SDN Petakan adalah seni karawitan, yaitu yang mempelajari tentang kesenian sunda, seperti alat-alat kesenian tradisional (nayaga), dan mempelajari pupuh.

3.2  Tujuan
Tujuan dikembangkan life skill  dalam bidang seni karawitan adalah untuk mengasah dan mengembangkan potensi anak didik dalam bidang kesenian sunda / karawitan serta untuk melatih keterampilan vokal.
1.      Strategi pembelajaran
Anak didik diajarkan tehnik dalam memainkan alat-alat  kesenian teradisional sunda (nayaga) dan tekhnik-tehnik vokal dalam pupuh. Sehingga diharapkan anak didik bisa lebih memahami dan bisa mempraktekan tehnik yang diajarkan.

2.      Materi
Kesenian ditinjau dari segi bahasa karawitan berasal dari kata rawit yang berarti halus / indah, jadi karawitan merupakan kesenian yang bersifat indah dan halus.
Menurut Rd. Mahyar Angga Kusumadinata, karawitan adalah seni suara atau seni musik, sedangkan menurut apik supandi karawitan adalah penghalusan / kesenian yang meliputi seni tari, seni musik, seni rupa, seni suara, dan sastra. Sedangkan dalam arti khusus karawitan adalah kesenian daerah yang berlaras pelog salendra yang dikembangkan secara khusus di SDN Petakan adalah seni suara / tehnik vokal.

3.      Pendekatan
Pendekata yang digunakan dala mengembangkan life skill karawitan  adalah pendekatan......

4.      Alokasi waktu
Pelaksanaan pengembangan life skill karawitan dilaksanakan setiap hari sabtu (satu minggu satu kali) yang dalam pelaksanaannya dilakukan selama 2 x 35 menit.

5.      Sumber belajar
·         Buku piket seni, budaya, dan keterampilan
·         Buku tentang kesenian tradisional sunda dan sekar / pupuh.

6.      Manfaat
Manfaat yang bisa diperoleh dalam pengembangan life skill karawitan adalah anak didik bisa lebih terampil dalam membawakan alat-alat musik tradisional sunda dan lebih terlatih dalam tehnik vokal / membawakan sekar / pupuh.

7.      Kerjasama dengan masyarakat
Jika ada kegiatan dimasyarakat misalnya perayaan kemerdekaan acara pernikahan dan khitanan, life skill yang telah diajarkan ditampilkan pada acara tersebut.



8.      Respon siswa
Respon siswa terhadap latihan / pelaksanaan life skill karawitan ini sangat antusias dan cukup aktif dalam mengikuti setiap latihan.

9.      Penilaian
Untuk menilai / evaluasi hasil dari pengembangan life skill ini melalui penilaian secara kualitatif.

10.  Tenaga pengajar
Yang mengajar dalam pengembangan life skill ini adalah guru-guru kelas.
















BAB IV
PENUTUP


4.1. Kesimpulan
Kurikulum berbasis masyarakat merupakan kurikulum yang menekankan perpaduan antara sekolah dan masyarakat guna mencapai tujuan pengajaran. Kurikulum ini pula memiliki tujuan memberikan kemungkinan kepada siswa untuk akrab dengan lingkungan dimana mereka tinggal, mandiri, dan bekal keterampilan. Karakterisatik kurikulum berpusat kepada masyarakat ditinjau dari segi pembelajaran baik orientasi, metode, sumber belajar, strategi pengajaran berpusat pada kepentingan siswa sebagai bekal hidup dimasa mendatang.
Karakteristik lain dari materi pembelajaran sesuai tuntutan kewilayahan maka disebut juga kurikulum berbasis kewilayahan. Sedangkan kegiatan guru hanyalah sebagai fasilitator belajar dan siswa untuk aktif, kreatif untuk memecahkan permasalahan. Pengembangan kurikulum ini bertitik tolak dari tujuan pendidikan, analisis kebutuhan, implementasi kurikulum, seleksi strategi pembelajaran, tehnik evaluasi dan evalusi program kurikulum.

4.2. Saran
Semoga dengan adanya observasi ini dapat memotivasi kita agar dapat mengembangkan dan memajukan daerah karena life skill sangat mnunjang bagi anak-anak untuk kemajuan mereka, dan kita sebagai calon guru harus lebih kreatif dalam segala bidang agar dapat menciptakan karya-karya yang inovatif.

DAFTAR PUSTAKA


Saud, Udin Saefudin. 2004. Inovasi Pendidikan. Bandung: UPI Press
Winataputra, Udin S. 1996/1997. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Depdikbud

KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah Dzat yang Maha Sempurna yang menguasai seluruhalam besrta isinya. Alhamdulilah atas Karunia-Nya pula penulis dapat menyelesaikan laporan hasil Observasi Pengembangan Life Skill sisaw di SDN  Petakon.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena atas Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan observasi ini dengan sebaik-baiknya.
Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terkait, diantaranya :
1.        Kedua orang tua yang selalu memeberi motivasi.
2.        Dosen Mata Kuliah Inovasi Pendidikan Drs. Reni Bakhraeni, M.Pd
3.        Rekan-rekan yang selalu membantu dalam menyelesaikan tugas ini.
Sebagai insan yang penuh dengan kekurangan, maka penulis harapkan kritik dan saran dari semua pihak yang telah membaca makalah ini agar untuk kedepannya bisa lebih baik lagi.


                                                                                   Tasikmalaya,    Januari 2009

                                                                                      Penulis



https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1876933177057504259#editor/target=post;postID=5371994158039169114
close

DMC