CONTOH MAKALAH|BELAJAR EFEKTIF MENULIS PERMULAAN

C. Cara Memberikan Bimbingan Keterampilan Menulis Huruf Kecil Sesuai Metode SAS
Kegiatan pembelajaran menulis huruf kecil dengan metode SAS dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut (Suriyadi, 1990:35)
1. guru bercerita atau berdialog dengan murid atau siswa berdialog dengan siswa
2. memperhatikan gambar yang berkenaan dengan cerita
3. menulis beberapa kalimat yang diambil dari isi cerita
4. menulis satu kalimat yang diambil dari isi cerita
5. menulis kata-kata sebagai uraian dari kalimat
6. menulis suku kata sebagai uraian kata
7. menuliskan huruf menjadi suku kata
8. mensintesiskan huruf-huruf menjadi suku - suku kata
9. menggabungkan suku kata menjadi kata
10.menggabungkan kata-kata menjadi kalimat.
Agar semua siswa mempunyai kemampuan menulis, maka setiap langkah itu dilakukan oleh siswa dengan cara menyalin tulisan ditulis guru dalam setiap langkah pembelajaran. Dari serangkaian langkah langkah pembelajaran menulis dengan metode SAS tersebut dapat disusun sebuah skenario kegiatan pembelajaran sebagai bentuk langkah pertama, guru dengan siswa berdialog sesuai dengan tema.
Bentuk-bentuk Tugas Assesement alternative
Assesement alternative bertujuan mengukur ketrampilan seorang siswa pada waktu meragakan suatu kegiatan atau ketika siswa melakukan tugas-tugas assesement alternative.Menurut Herman,dkk.(1992:2) bentuk tugas dalam assesement alternative berupa:
1.Ekshibisi
Siswa memperagakan atau mempertunjukkan ketrampilan yang dimilikinya pada tingkat kemampuan kemampuan tertentu yang dikehendaki guru.
2. DemonstrasiSiswa menyelesaikan tugas-tugas yang kompleks dalam jangka waktu tertentu yang dapat memperhatikan penguasaan kemampuan sampai pada tingkatan tertentu.
3.Investigasi
Guru meminta meminta siswa melakukan sesuatu tugas,kemudian siswa diteliti atau diperiksa ketika melakukan tugas tersebut.Pemeriksaan ditujukan atas kebenaran dalam melakukan tugas tersebut.
4.Portofolio
Kumpulan karya siswa berdasarkan urutan waktu atau urutan kategori kegiatan.Karya yang dikumpulkan berupa karya terbaik,dan dikumpulkan dalam tempat tertentu berupa map.Tujuan pengumpulan karya ini untuk mengetahui perkembangan siswa,dan dapat juga digunakan landasan memberikan bantuan dan dukungan bagi perkembangannya.
5.Jurnal
Kegiatan yang dilakukan siswa dalam kurun waktu tertentu dan ditulis dalam bentuk catatan singkat yang disebut jurnal.Jurnal ini berisikan peristiwa penting yang dialami siswa dalam sehari-hari.
6.Tanggapan lisan
Siswa menanggapi secara lisan pendapat,pernyataan,dan isi wacana secara lisan.Tanggapan lisan ini tidak hanya menuntut satu jawaban benar atau salah,tetapi berupa uraian lisan secara lengkap.
. Contoh mengambil tema keluarga, langkah kedua, guru meperlihatkan sebuah gambar bapak, kemudian di beri judul ”├»ni bapak” . “bapak budi” “ini bapak budi” langkah keempat guru menulis kalimat yang diambil dari isi cerita tadi dengan tulisan huruf kecil,”ini bapak” siswa menyalin kalimat tersebut di buku tulis, langkah kelima guru menuliskan kata-kata di buku tulis, langkah keenam guru menulis suku kata sebagai uraian dari kata i-ni ba-pak. Langkah ketujuh guru menuliskan huruf-huruf sebagai untaian dari suku kata “I n i b a p a k”. Siswa menyalin huruf-huruf tersebut di buku tulis masing-masing. Langkah kesembilan, guru menggabungkan suku kata menjadi kata sebagai berikut, ini bapak. Siswa menyalin. Langkah kesepuluh, guru menggabungkan kata-kata menjadi kalimat kembali, yakni : ”ini bapak”. Siswa menyalin di buku tulis oleh karena tujuan pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis huruf kecil, maka setiap langkah pembelajaran menulis guru selalu menulis dengan huruf kecil. Demikian langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran menulis permulaan dengan metode SAS sehingga hasil belajar ini, benar-benar menghasilkan struktur analitik sintetik. Gambar tampilan
menulis dengan metode SAS menurut (Djauzah, 1996:2)
Contoh tampilan materi:
ini bapak
ini - bapak
i - ni ba - pak
i - n - i b - a - p - a - k
i - ni ba - pak
ini - bapak
ini bapak
Beberapa kebaikan dari metode SAS ini adalah :
1. Metode ini sejalan dengan prinsip linguistik (ilmu bahasa) yang memandang satuan bahasa terkecil yang bermakna dalam komunikasi adalah kalimat.
2. Metode ini memperhitungkan pengalaman berbahasa anak.
3. Metode ini sesuai dengan prinsip inkuiri (menemukan sendiri), yaitu anak mengenal dan memahami sesuatu berdasarkan hasil temuannya sendiri.
Perpustakaan kelas merupakan sebuah perpustakaan mini yang ditempatkan di tiap-tiap kelas yang berisi berbagai bahan pustaka yang sesuai dengan keperluan kelas tersebut.
Bahan pustaka yang disediakan di perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan yang dapat membuka pikiran dan mengembangkan bakat siswa. Perpustakaan merupakan salah satu sarana yang dapat dijadikan sumber belajar para siswa dan guru guna menunjang keberhasilan proses belajar di sekolah.
Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merasa perlu untuk mengadakan penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran menulis permulaan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi objektif tentang pembelajaran menulis permulaan siswa kelas II SD Laboratorium UM dengan memanfaatkan perpustakaan kelas yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini berupa tindakan, kata-kata, dan dokumen yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi sedangkan instrumen penunjangnya adalah panduan observasi, pedoman wawancara, panduan catatan lapangan, dan foto.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
1. Sebelum melaksanakan pembelajaran, guru merancang scenario pembelajaran yang tersusun dalam RPP. Adapun RPP yang dibuat oleh guru dalam pembelajaran menulis permulaan ini dapat dikategorikan ideal karena terdapat komponen-komponen yang ditentukan berdasarkan KTSP. Akan tetapi, RPP tersebut kurang aplikatif karena kurang ada kesesuaian antara rencana yang dirancang dalam RPP dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa,
2. Pembelajaran dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan berisi kegiatan prapembelajaran dan membuka pelajaran. Kegiatan prapembelajaran dilakukan guru dengan salam pembuka, berdoa, dan memeriksa kesiapan siswa sedangkan kegiatan membuka pelajaran dilakukan guru dengan kegiatan apersepsi, menarik minat siswa dengan dengan bercerita, dan menumbuhkan motivasi dalam pembelajaran. Kegiatan inti berisi pembagian LKS, siswa diminta membaca petunjuk belajar dan bacaan yang terdapat dalam LKS, siswa diminta memilih majalah yang terdapat di perpustakaan kelas, mencari puisi yang terdapat di majalah dan menyalin puisi tersebut dalam huruf tegak bersambung yang rapi.
3.Penilaian yang dilakukan guru dalam pembelajaran ini mencakup tiga kategori, yakni bentuk, cara, dan alat penilaian. Bentuk penilaian berupa penelitian hasil dan proses. Cara yang digunakan dalam penelitian hasil adalah menilai kesesuaian tulisan dengan salinan, ketepatan penulisan huruf tegak sambung, ketepatan tanda baca, ketepatan penggunaan huruf kapital dan kerapian siswa dalam menyalin puisi anak sedangkan dalam penilaian proses adalah mengamati keaktifan, kerjasama, antusias, motivasi, dan semangat belajar siswa saat pembelajaran berlangsung.
Alat yang digunakan dalam penilaian hasil adalah LKS, sedangkan dalam penilaian proses guru tidak menggunakan alat penilaian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada guru agar dapat.
1. Membuat perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang bersifat ideal dan aplikatif,
2. Pelaksanaan pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan maksimal, baik pada kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, maupun kegiatan penutup, sesuai dengan aturan yang disarankan oleh kurikulum dan ahli pendidikan. Selain itu, guru hendaknya melakukan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan, misalnya kegiatan pengayaan, dan
3. Melengkapi dan melaksanakan komponen-komponen yang harus ada dalam kegiatan penilaian pembelajaran.
Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar kelas I
yaitu:
a. siswa mampu menulis kata-kata dan kalimat sederhana dan membaca dengan lafal dan intonasi yang wajar
b. siswa mampu menuliskan kegiatan sehari-hari dengan kalimat sederhana
c. siswa mampu memahami pesan lisan
d. siswa mengenal sifat-sifat kebiasaan dan watak yang baik melalui bacaan, cerita percakapan dan kegiatan sehari-hari (bangun pagi, rajin, jujur, disiplin, bertsih, sopan santun, hormat dan taat kepada orang tua)
e. siswa mampu memahami betrmacam-macam cerita
f. siswa mampu melafalkan kata-kata dalam bait-bait puisi yang sesuai untuk anak
g. siswa mampu menceritakan dan menuliskan tentang benda-benda yang dikenal di sekitarnya dengan kalimat sederhana
h. siswa dapat melakukan percakapan dengan kalimat sederhana
Sebagai keterampilan produktif, menulis menghendaki siswa untuk mampu menggali, menemukan dan mengungkapkan gagasan, perasaan pengalamannya serta menggunakan bahasa yang tepat. Namun pada kenyataannya tidak semua siswa dapat menunjukan kemampuan tersebut.
Dalam menulis siswa merasakan kurang keyakinan, minat dan latihan yang cukup dalam menulis. Dalam memberikan latihan menulis, guru sebaiknya memperhatikan pekerjaan siswa, membantu mereka bila menemukan kesulitan mencari dan menemukan gagasan, mengungkapkan gagasan, penggunaan bahasa dan tidak semata-mata menjadi petunjuk kesalahan atau sekedar memberi nilai. Mengingat menulis itu penting bagi siswa, guru sebaiknya dapat membangkitkan dan mempertahankan minat siswa untuk menulis serta mejadikan menulis itu merupakan pekerjaan yang alami dan menyenangkan.
Evaluasi pembelajaran menulis huruf kecil esuai metode SAS.
Evaluasi dalam pembelajaran menulis huruf kecil dengan metode SAS
sebagai berikut:
1. Siswa menyalin tulisan yang di tulis guru dipapan tulis, yang dimulai dari kalimat diuraikan menjadi kata, kata diuraikan menjadi suku kata, suku kata diuraikan menjadi huruf kemudian huruf-huruf disintesiskan menjadi suku kata, kata-kata di gabungkan lagi menjadi kalimat. Evaluasi dapat dilakukan menggunakan instrumen proses dan instrumen hasil. Instrumen proses meliputi kecepatan, ketekunan, kerja sama dan kedisiplinan siswa dalam menulis. Adapun penilaian hasil menulis meliputi bentuk letak, arah dan ukuran huruf.
2. Memantau kegiatan siswa dalam pembelajaran menulis huruf kecil dengan meode SAS dimulai dari kegiatan berdialog tentang tema, kegiatan mengamati gambar, kegiatan membaca isi cerita dan kegiatan menyalin kalimat dengan huruf kecil
3. Memantau tulisan siswa dari waktu ke waktu untuk mengetahui
perkembangan kemampuan menulis kalimat dengan huruf kecil
menggunakan asessment portofolio.
4. Penggunaan papan flannel sama dengan penggunaan papan tali danpapan selip, tetapi kartu-kartu dan gambar di tempelkan atau di lekatkan pada flannel.
5. Majalah anak-anak dapat dgunakan untuk tugas menyalin kalimatkalimat sederhana yang ada didalamnya atau menyalin judul
6. Papan nama, kartu nama, label dan sebagainya untuk tugas menyalin Semua kata, kalinat dan yang harus disalin oleh siswa disesuaikan dengan tujuan yang telah di rencanakan oleh guru
Dari tugas menyalin itu siswa akan memiliki perbendaharaan kata lebih banyak. Disamping itu, penggunaan ini berupa benda - benda berlabel, majalah anak-anak akan dapat memacu kreativitas siswa.
Dalam mengajarkan keterampilan menulis, siswa diharapkan mampu menggunakan alat tulis dengan benar, pemberian laporan di kelas merupakan faktor terbaik yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis.
Menulis permulaan dimulai anak berlatih memegang pensil,menggerakkan tangan dari kiri ke kanan,berlatih menebalkan,dikte sampai dengan menulis karangan sederhana. Assesement alternative dapat diefektifkan pada kegiatan tersebut sebagai berikut :
1. Memegang pensil
Ketika anak disuruh mengambil dan memegang pensil,guru mengamati dengan seksama.Apakah cara memegangnya sudah benar atau salah.Apakah pensil diletakkan antara ibu jari dan telunjuk. Ujung ibu jari, telunjuk, dan jari tengah menekan pensil dengan luwes. Jika anak yang salah,guru segera membetulkan dengan cara memberikan bantuan sambil penjelasan cara memegang yang benar.
2. Menggerakkan Tangan dari Kiri ke Kanan
Setelah anak sudah dapat memegang pensil dengan benar,anak disuruh berlatih menulis di udara kemudian dilanjutkan pada buku.Arag gerakkan tangan dari kiri ke kanan perlu diperhatikan guru.Jika terdapat siswa yang mengalami kesalahan,guru membantu gerakan yang benar.
3. Berlatih Menebalkan
Latihan ini dimaksudkan siswa tdak hanya memegang pensil dan menggerakkan tangan ke kiri ke kanan,tetapi mulai dikenalkan huruf dengan cara menebalkan atau menghubungkan huruf.Latihan ini dapat dilakukan pada bukiu yang secara khusus menyajikan latihan semacam ini. Guru mengamati setiap anak dalam melakukan kegiatan tersebut.Siswa dapat mengalami kesalahan/kesulitan segera mendapat bantuan guru.
Demikian pula pada kegiatan dikte dan menulis karangan sederhana,guru selalu mengamati setiap siswa dan memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesalahan/kesulitan.Bantuab diberikan secara individual segera setelah mengetahui siswa mengalami kesulitan.
Ada beberapa bentuk latihan menulis permulaan dapat kita lakukan, antara lain berikut ini:
1. Latihan memegang pensil dan duduk dengan sikap dan posisi yang benar. Tangan kanan berfungsi uuntuk menulis, tangan kiri untuk menekan buku tulis, agar tidak mudah bergeser. Pensil diletakkan diantara ibu jari dan telunjuk. Ujung jari, telunjuk dan tangan jari tengah menekan pensil dengan luwes dan tidak kaku. Posisi badan ketika duduk hendaknya tegak , dada tidak menempel pada meja, jarak antara mata dengan buku kira-kira 25-30 cm.
2. Latihan gerakan tangan. Mula-mula melatih gerakan tangan di udara dengan telunjuk sendiri atau dengan bantuan alat seperti pensil. Kemudian dilanjutkan dengn latihan dalam buku latihan. Agar kegiatan ini menarik, sebaiknya dilengkapi dengan kegiatan bercerita. Misalnya, untuk membuat garis tegak lurus, guru dapat bercerita yang ada kaitannya dengan pagar, bulatan telur dan sebagainya.
3. Latihan mengeblat yakni latihan menirukan atau menebalkan suatu tulisan dengan menindas tulisan yang sudah ada. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan anak, misalnya dengan menggunakan karbon, menggunakan kertas tipid, menebalkan tulisan yang sudah ada. Sebelum anak melakukan kegiatan ini, guru hendaknya memberikan contoh cara menulis dengan benar di papan tulis, kemudian anak menirukan gerakan tersebut dengan telunjuknya di udara. Setelah itu, barulah kegiatan mengeblat di mulai. Pengawasan dan bimbingan hendaknya dilaksanakan secara individual sampai seluruh anak terperhatikan.
4. Latihan menghubung-hubungkan tanda titik yang membentuk tulisan. Latihan dapat dilakukan pada buku-buku yang secara khusus menyajikan latihan semacam ini.
5. Latihan menatap bentuk tulisan. Latihan ini dimaksudkan untuk melatih koordinasi antara mata, ingatan, dan jemari anak ketika menulis, sehingga anak dapat mengingat bentuk kata/huruf dalam membentuknya, dan memindahkannya ke jemari tangannya. Dengan demikian, gambaran kata yang hendak ditulis tergores dalam ingatan dan pikiran siswa pada saat ia menuliskannya.
6. Latihan menyalin. Baik dari buku pelajaran maupun dari tulisan guru pada papan tulis. Latiahan ini hendaknya diberikan setelah dipastikan bahwa semua anak telah mengenal huruf dengan baik.
Ada beragam model variasi latihan menyalin tulisan dengan cara berbeda. Misalnya huruf cetak ke dalam huruf tegak bersambung atau sebaliknya dari huruf tegak bersambung ke huruf cetak.
a. Latihan menulis halus/indah. Latihan dapat digunakan dengan menggunakan buku bergaris untuk latihan menulis atau buku otak. Ada petunjuk berharga yang dapat anda ikuti, jika siswa-siswa tidak memiliki fasilitas seperti itu. Petujuknya seperti berikut:
1). Untuk tulisan/ huruf cetak, bagilah setiap garis halaman buku menjadi dua.
2). Untuk tulisan tegak bersambung, bagilah setiap garis halam buku menjadi tiga.
b. Latihan dikte/imla. Latihan ini dimaksudkan untuk melatih siswa dalam mengoordinasikan ucapan, pendengaran, ingatan, dan jari-jarinya (ketika menulis), Sehingga ucapan seseorang itu dapat didengar, diingat dan dipindahkan ke dalam wujud tulidan dengan benar.
1. Latihan melengkapi tulisan (melengkapi huruf, suku kata, atau kata) yang secara sengaja dihilangkan.
2. Menuliskan nama benda yang terdapat dalam gambar.
3. Mengarang sederhana dengan bantuan media gambar, dengan langkah sebagai berikut:
1). Guru menunjukkan suatu susunan gambar berseri
2). Guru bercerita dan bertanya jawab tentang tema, isi, dan maksud gambar
3). Siswa diberi tugas untuk membuat karangan sederhana sesuai dengan penafsirannya mengenai gambar atau sesuai dengan cerita gurunya dengan menggunakan kata- kata sendiri.

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1876933177057504259#editor/target=post;postID=5371994158039169114
close

DMC